Serunya Olahraga di Jalur Pedestrian SSA Kota Bogor

0
181

Bagi anda yang ingin menghabiskan waktu luang anda dengan berolahraga, ini dia salah satu referensi tempat yang harus anda kunjungi. Jalur pedestrian ini sudah diresmikan dari tanggal 15 Januari kemarin langsung oleh Bapak Wali Kota Bima Arya. Disini kalian bisa berlari atau jogging mengelilingi Kebun Raya Bogor. Selain berlari juga, anda bisa bersepeda anda mengelilingi Kebun Raya Bogor tanpa harus takut tertabrak kendaraan bermotor karena telah disediakan juga jalur khusus pengendara sepeda yang ukurannya lumayan besar.Bila hari libur tiba, biasanya jalur pedestrian ini banyak menjadi pilihan berolahraga para warga Bogor karena alasan kenyamanannya.

Jalur pedestrian ini juga sudah ramah untuk penyandang tunanetra, karena sudah tersedia jalur khusus bagi mereka. Jadi bagi anda yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra tidak usah takut untuk berjalan di Jalur Pedestrian.

Disepanjang Jalur Pedestrian juga tersedia wi-fi publik, jadi bagi kalian yang mau internetan sambil olahraga Jalur Pedestrian ini sangat cocok.

Jalur pedestrian ini dipayungi oleh rimbunnya pepohonan sehingga kita merasa sejuk dan juga jalannya pun sangat rata dan lebar tidak ada lubang sehingga kita tidak takut tergelincir, tersandung, ataupun saling bertabrakan.

Untuk masalah keamanan sendiri kalian tidak perlu takut, karena para petugas satpol pp selalu berjaga agar jalur pedestrian bisa terbebas dari pedagang kaki lima yang bisa menghambat jalur pedestrian.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi meluncurkan ikon Kota Bogor terbaru yaitu Tepas Salapan Lawang Dasakerta (TSLD) yang berada di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat. TSLD menjadi simbol pintu masuk Kota Bogor, sekaligus melambangkan sebuah tepas (teras atau beranda) dari sebuah hunian warga Sunda yang selalu terbuka menyambut para tamunya dengan penuh keramahan.

Pembangunan TLSD merupakan bagian dari program kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tujuannya untuk mengembangkan potensi kota-kota pusaka (heritage cities) di Indonesia. Kota Bogor menjadi salah satu kota pusaka yang mendapat prioritas.

Sepuluh tiang melambangkan ‘Dasakreta’, sebuah konsep yang diabadikan dalam naskah kuno Pakuan Pajajaran. ‘Dasakreta’ mengingatkan setiap orang tentang sepuluh hal yang harus dijaga kebersihannya secara jasmaniah dan rohaniah. Tujuannya agar setiap orang bisa dekat pada amalan baik dan terhindar dari perilaku buruk menyangkut telinga, mata, kulit, lidah, hidung, mulut, tangan, kaki, dubur (tumbung), dan kelamin (baga-purusa).

Kesepuluh tiang tersebut sekaligus menghadirkan sembilan pintu (salapan lawang). Ini melambangkan sembilan  ‘pintu’ yang ada pada raga manusia dan menjadi penghubung bagian tubuh manusia dengan alam semesta. Salapan lawang adalah simbol filosofi utama Pakuan Pajajaran yakni ‘Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh’. Tiga sikap itu, menurunkan sembilan acuan kesejahteraan yakni:
1. Kedamaian
2. Persahabatan
3. Keindahan
4. Kesatuan
5. Kesantunan
6. Ketertiban
7. Kenyamanan
8. Keramahan
9. Keselamatan

Desain tiang diolah untuk memunculkan keindahan sekaligus kesederhanaan bunga teratai dan pokok pohon. Ini mewakili pusaka alam yang subur di Kebun Raya Bogor. Pada kedua sisinya terdapat dua gazebo berbentuk ‘rotunda’. Keduanya menggambarkan keindahan hubungan manusia dan alam. Sedangkan di puncaknya tertulis semboyan ‘Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga’. Tulisan itu berarti: ‘segala hal di masa kini adalah pusaka masa silam, dan ikhtiar hari ini adalah untuk masa depan’.

LEAVE A REPLY