BOGOR - Menjelang Ramadan, harga daging sapi murni terus merangkak naik. Jika akhir pekan lalu harga daging masih bercokol di kisaran Rp58.000, saat ini sudah naik menjadi Rp62.000-Rp64.000 perkilogram.Kenaikan harga itu terjadi di semua pasar tradisional. Pasar Kebon kembang misalnya, harga daging di pasar ini mencapai Rp 62.000 perkilogram. Menurut salah seorang pedagang daging yang biasa berjualan di area tersebut, kenaikan tersebut berdampak pada penurunan pembelian daging, yang tadinya satu orang membeli dua kilogram, sekarang turun menjadi satu kilogram per orang.
“Mau tidak mau, saya harus menaikan harga daging, sebab dari pemasoknya saja sudah Rp60.000 perkilogram,” ujarnya.
Ia mengatakan, kenaikan tersebut tidak seperti biasanya. Bahkan, tahun lalu menjelang bulan puasa tidak ada kenaikan.
Hal senada diungkapkan Ayub (40), pedagang daging yang biasa berjualan di Pasar Padasuka. “Kenaikan harga daging membuat jumlah omzet saya menurun dan berpengaruh pada pendapatan saya. Jika perhari ada sekitar 25 orang pembeli, sekarang hanya 18 orang saja,” tuturnya kemarin.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindagkop Kota Bogor, M. Sinaga mengatakan, harga untuk daging sapi murni stabil alias tidak ada kenaikan yang signifikan. Kalau pun ada, kata dia, kenaikan itu hanya di angka dua persen dan itu normal.
Sinaga menegaskan, kenaikan tersebut disebabkan kurangnya stok sapi yang masuk ke rumah pemotongan hewan karena musim kemarau. “Musim kemarau itu akan mengurangi jumlah sapi pedaging,” jelasnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan melakukan penimbunan daging agar harga tidak naik. Disperindagkop juga menjamin, bahwa tidak akan ada kelangkaan daging dan akan berusaha untuk menekan dan mengarahkan pedagang agar tidak melakukan spekulasi.
Kenaikan harga sembako menjelang puasa, belum membuat masyarakat, menjadikan Pegadaian sebagai tempat mencari dana segar.
Seperti kita ketahui bersama, sudah menjadi fenomena alam menjelang puasa dan lebaran, harga-harga barang pokok melonjak tajam. Pada saat-saat seperti ini, biasanya Perum Pegadaian menjadi salah satu solusi, bagi masyarakat untuk mencari dana segar.“Aktivitas masih normal, belum ada peningkatan volume,” ujar salah seorang penafsir di Pegadaian pusat kota Bogor, Handar, Rabu (28/7). Meski demikian, dilapangan terjadi peningkatan pada penggadaian barang-barang elektronik. Khususnya di Pegadaian jalan Juanda, depan Pintu Utama Kebun Raya Bogor. Menurut Handar hal ini dikarenakan, masyarakat membutuhkan dana segar dalam tempo yang singkat. Namun mereka tidak memiliki emas, atau bahkan menyimpan emas untuk digadaikan, apabila kebutuhan mendesak mendekati lebaran nanti.
Menurut seorang pengusaha warung makan di kawasan Bantarkemang, Derry, dirinya merasa berat dengan melonjaknya harga sembako menjelang puasa dan lebaran ini. Namun Derry mengaku, harga sembako saat ini masih turun naik. Menurutnya masalah tersebut masih bisa diakali, sehingga belum perlu menggadaikan barang di Pegadaian. “Tapi nanti kalau kepepet ya, ke Pegadaian mas,” ujarnya. (fdy/cr12)
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 34
Komentar (0)

Tulis Komentar












