Taufik Lolos, Hendra AG/Vita Mundur
Jumat, 27 Agustus 2010 08:20
Administrator
PARIS - Taufik Hidayat tidak menemui kesulitan melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2010. Sayang, langkah Taufik tidak diikuti oleh pasangan ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa yang terpaksa mengundurkan diri di tengah pertarungan. Taufik menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di nomor tunggal putra pada Kejuaraan Dunia. Itu setelah Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso memilih mundur karena mengalami cedera. Menghadapi wakil Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk, Taufik tampil cukup percaya diri. Terbukti, pria kelahiran Bandung 29 tahun lalu itu memastikan tiket perempat final melalui dua set langsung 21-8, 21-14. Cukup 26 menit yang dibutuhkan Taufik untuk menumbangkan Tanongsak. Sayangnya, hal berbeda dialami pasangan Hendra AG/Vita. Keduanya terpaksa menyerahkan satu tempat di perempat final kepada wakil China, Tao Jiaming/Zhang Yawen akibat mengalami masalah pada kondisi fisik. Hendra AG/Vita sebenarnya tampil cukup baik menghadapi Jiaming/Yawen dengan meladeni rally-rally cepat di set pertama. Sayang, mereka harus menyerah 16-21 di set pertama. Jiaming/Yawen mulai tampil dominan pada set kedua, seiring menurunnya penampilan Hendra AG/Vita. Akhirnya, wakil Merah Putih memutuskan mundur kala pasangan China unggul 15-10. (okezone.com)
Simon Mundur Karena Cedera
Kamis, 26 Agustus 2010 08:28
Administrator
PARIS – Indonesia hanya menyisakan Taufik Hidayat di tunggal putra. Itu setelah Simon Santoso terpaksa mundur dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2010. Simon tidak dapat melanjutkan perjalanan di turnamen akbar ini. Pemain unggulan delapan itu memutuskan untuk mundur sebelum pertandingan di Paris, Rabu (25/8/2010) berlangsung. Seperti didapat dari sumber Bulutangkis.com, Simon mengatakan mengalami cedera saat berhasil mengatasi perlawanan Przemyslaw Wacha. “Saya minta maaf karena tidak bisa melanjutkan pertandingan,” kata Simon. Besar dugaan dia mengalami cedera punggung. Dengan demikian, maka Merah Putih hanya menyisakkan Taufik saja di tunggal putra. Sebelumnya, pemain andalan Indonesia berhasil lolos setelah menumbangkan Hsieh Yu Hsin di babak kedua. Sebelumnya Sony Dwi Kuncoro juga tidak dapat mengikuti turnamen tahunan ini. Sony memutuskan mundur karena mengalami cedera. (okezone.com)
|
Dwi Agustiawati Balas Kekalahan
Kamis, 05 Agustus 2010 08:24
Administrator
DENPASAR – Pengalaman kalah mendekati partai puncak di kejuaraan sirkuit nasional tahun lalu,menjadi sebuah kenangan buruk bagi pemain Pelatnas, Dwi Agustiawati.
Dwi yang saat ini sudah di konsentrasikan di nomor ganda putri, kembali turun di nomor ganda campuran untuk Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional IX di Bali dengan dipasangkan bersama Rizki Yanu Kresnayandi. Turunnya di nomor ganda campuran, membuat Dwi memiliki kesempatan untuk bisa kembali bertemu dengan rivalnya, Gustiani Megawati Sari.
Kenangan kekalahan atas Mega, sapaan akrab Gustiani, itulah yang membuatnya sangat berambisi untuk bisa memenangkan laga di babak kedua kejuaraan berhadiah total Rp 165.000.000 ini. Sebelum berlaga di babak kedua ini, Rizki/Dwi sendiri berhasil menang atas pasangan gado-gado Ceko/Indonesia, Pavel Drancak/Sinta dengan 21-15 dan 21-6 di babak pertama Selasa (3/8/2010).
Partai balas dendam pun terjadi di babak kedua, setelah Mega yang berpasangan bersama Viki Indra Okvana mendapat bye di babak pertama setelah mereka diunggulkan di tempat kedua.
Rizki/Dwi terlihat sempat tertinggal 0-2 di awal game pertama. Tetapi kemudian mereka berhasil mengumpulkan 5 angka berturut-turut, bola-bola potongan Dwi di depan net pun membuat Rizki mudah untuk menyelesaikan bola-bola tinggi dengan smes kerasnya, mereka pun memimpin 6-4 dan membawa 11-9 di interval.
Setelah interval mereka sempat mengendur, dan akhirnya skor sama di angka 13. Kehilangan 4 angka berturut-turut membuat pasangan yang baru dipasangkan kembali ini tertinggal 13-17. Tak mau tertinggal, Rizki/Dwi tampil lebih ngotot dan mereka pun meroket di angka 19-17 sampai akhirnya game pertama ditutup 21-19.
Game kedua, Rizki/Dwi lebih membabi buta, membuka game kedua dengan 2-0 mereka melesat ke angka 11-4 di jeda. Tekanan demi tekanan tak mampu diatasi oleh lawannya yang baru saja menjadi semifinalis di kejuaraan Indonesia Challenge minggu lalu, mereka semakin tak terhentikan, memimpin jauh 19-8, mereka pun memastikan tiket ke perempat final dengan 21-9.
“Saya memang sangat ingin mengalahkan dia (Mega – red), apalagi mengingat dulu pernah kalah di semifinal Sirnas Tegal 2009,” paparnya usai tanding, Rabu (4/8/2010).
Motivasi untuk membalas kekalahannya dulu, membuat Dwi tampil lebih ngotot dan lebih berani di lapangan.
“Kunci kemenangan tadi ya saya lebih berani di depan net, jadi Rizki dengan mudah menyerang mereka,” lanjutnya.
Di perempat final nanti, mereka akan menghadapi pasangan Sandi Darma Kusuma/Devi Tika Permatasari yang dipaksa bermain rubber game oleh Didit Juang Indiarto/Delis Yuliana dengan 17-21, 21-16 dan 23-21.
Dwi menganggap lawannya memang cukup berat, tapi hal ini tak menutup kemungkinannya untuk memenuhi ambisinya agar bisa mencapai babak semifinal.
“Perempat final sudah berat, tapi target saya ya ingin masuk semifinal dulu, kalau bisa lolos ya pasti ingin bisa jadi juara,” pungkasnya.(okezone.com)
Indonesia ke Final, Taklukkan Jepang 3-1
Jumat, 14 Mei 2010 19:08
Redaksi
Malaysia-Indonesia lolos ke final Piala Thomas 2010 yang digelar di Kuala Lumpur. Hasil ini diraih setelah di semi final, Jumat, 14 Mei 2010, Indonesia menang 3-1 atas Jepang.
|