JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mendorong defisit dalam RAPBN 2011 sebesar 2,2-2,3 persen. Dengan catatan, defisit anggaran lebih difokuskan untuk alokasi penyediaan dan pembangunan infrastruktur."Kalau dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur, defisit besar tidak masalah, justru saya akan berusaha untuk menggolkan angka itu," ungkap Harry saat ditemui wartawan di sela acara Paparan Ekonomi Politik CIDES, di Hotel Ambara Jakarta, Senin (30/8/2010) malam.
Sekadar diketahui, pemerintah mematok defisit anggaran dalam RAPBN 2011 sebesar 1,7 persen. Harry memaparkan, jika defisit didorong hingga 2,2-2,3 persen, maka secara otomatis akan ada tambahan sebesar Rp42 triliun yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
Dia mengatakan, dengan tambahan Rp42 triliun, maka belanja modal dalam RAPBN 2011 menjadi Rp163 triliun dari sebelumnya yang hanya mencapai Rp121 triliun.
Harry mencontohkan, untuk membangun 1 Km jalan raya, dibutuhkan dana sebesar Rp1 miliar. Dia menambahkan, dengan perhitungan tersebut, maka jika ingin membangun 1.000 km jalan raya dibutuhkan dana sebesar Rp1 triliun.
"Jika kita punya tambahan Rp42 triliun untuk belanja modal dan difokuskan membangun infrastruktur jalan, berarti di 2011 mendatang kita bisa membangun 42.000 km dan ini sangat dahsyat," tegasnya.
Dia tidak mempersoalkan ketika pinjaman luar negeri diambil sebagai jalan menutup defisit tersebut. Pinjaman luar negeri, kata dia, bisa ditempuh asalkan pemerintah sanggup membayar dan dipergunakan untuk pembangunan yang melahirkan multiplier effect.
Dia menambahkan, solusi lain yang ditawarkan adalah memotong atau mengurangi belanja pegawai. Dan dia akan mengusulkan agar anggaran belanja pegawai dikurangi Rp18 triliun.
Belanja pegawai dalam RAPBN 2011 yang mencapai Rp180 triliun, dinilai terlalu besar. Belanja pegawai semakin membesar dengan rencana kenaikan gaji bagi pegawai negeri sipil (PNS) pada awal tahun depan.
Harry mengusulkan, agar Rp18 triliun yang diambil dari belanja pegawai, dimasukkan untuk menambal defisit anggaran tersebut. Sehingga, dengan tambahan Rp18 triliun, maka pemerintah tinggal mencari Rp34 triliun untuk menutupi defisit.
"Kita bisa genjot tax ratio dari dua persen ke 2,5 persen. Tambahan 0,5 persen senilai dengan Rp35 triliun. Artinya defisit sudah tertutupi," tegasnya. (okezone.com)
lanjut
Masukan Komentar (0)
Hits: 32

Bisnis


JAKARTA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku kayu dengan harga terjangkau. Menurut Wakil Ketua Umum Asmindo Rudy T Luwia, pada saat ini, anggota Asmindo memanfaatkan pasokan bahan baku dari Perum Perhutani, pedagang, atau industri besar.
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar menyatakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) BUMN perkebunan kemungkinan bisa digelar pada 2011.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis nilai ekspor industri tekstil dalam negeri akan mencapai USD10 miliar. Hal ini seiring dengan permintaan domestik yang terus meningkat.
JAKARTA - Impor elektronika selama periode Januari-Juli 2010 bisa dikatakan sama dengan periode Januari-Desember 2009. Sehingga, hingga akhir tahun ini, jumlah impor akan jauh lebih besar.





