Kenapa Kita Bisa ‘Kentut’?

114

Kentut atau buang gas adalah kondisi yang pasti dialami oleh semua orang. Gas yang dikeluarkan sebenarnya berasal dari sepanjang jalur usus besar sebagai bagian akhir dari sistem pencernaan. Tiap orang pasti pernah mengalami kentut, namun dengan frekuensi yang berbeda – beda. Kentut sendiri bisa terjadi karena beberapa hal berikut:

  • Bakteri Usus

Salah satu penyebab munculnya gas di dalam sistem pencernaan adalah hasil kerja bakteri dalam menguraikan sisa – sisa makanan yang belum tercerna secara sempurna.

Saat menguraikan sisa – sisa makanan, bakteri akan menghasilkan gas-gas seperti hidrogen sulfida, oksigen, nitrogen, karbon dioksida, dan metana. Gas inilah yang kemudian keluar melalui anus.

  • Menelan Udara

Tiap saat, tubuh biasa menelan udara, misalnya diperoleh dari mengunyah makanan hingga merokok. Mengunyah permen karet juga berperan kepada masuknya udara ke perut.

Selain itu, beberapa kondisi medis lainnya, seperti sakit maag, bisa membuat seseorang menelan udara. Hal ini adalah reaksi alami untuk menurunkan asam lambung yang naik ke kerongkongan.

  • Proses Pencernaan Terganggu

Buruknya sistem pencernaan akan menyebabkan makin banyak sisa makanan yang mencapai usus. Jika sampai di tempat ini, maka bakteri usus akan menguraikannya. Proses penguraian tersebut akan menghasilkan gas.

Mengunyah makanan terburu-buru bisa membuat makanan tidak tercerna maksimal sehingga menghasilkan banyak sisa makanan. Beberapa kondisi medis lain, seperti intoleransi laktosa, insufisiensi pankreas, dan penyakit celiac bisa membuat pencernaan menjadi tidak optimal sehingga terjadi penumpukan gas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here