STPP Bogor Bantu Wanita Indonesia Bebas Kanker

91
sumber gambar : hellosehat.com

Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat ikut mewujudkan wanita Indonesia bebas kanker dengan melakukan deteksi
dini kanker melalui pemeriksaan IVA dan SADANIS atau pemeriksaan payudara
klinis, Minggu.

Ketua Pengurus Dharma Wanita STPP Bogor Cut Yulia Nazaruddin mengatakan
kegiatan deteksi dini kanker merupakan kegiatan dari Kementerian Pertanian
melalui ibu Menteri Andi Amran Sulaiman yang ingin menyukseskan program
wanita Indonesia bebas kanker.

“Bertepatan dengan Bulan Peduli Kanker ini, STPP Bogor ambil bagian ikut
mengkampanyekan pendegahan kanker lewat deteksi dini,” kata Cut Yulia.

Yulia mengatakan di negara-negara berkembang seperti Indonesia penyakit
kanker merupakan pembunuh utama terutama bagi perempuan, seperti kanker
serviks dan kanker payudara.

Kanker serviks atau mulut lahir, lanjutnya sering ditemukan pada wanita
setelah kanker payudara. Sebanyak 8,2 juta orang di dunia meninggal karena
kanker setiap tahunnya. Jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan
pengendalian yang efektif, maka pada tahun 2025 diperkirakan jumlah yang
meninggal karena kanker meningkat menjadi 11,5 juta orang.

“Deteksi dini pencegahan kaker mulut rahim dapat dilakukan dengan IVA test
(inveksi visual asam asetat) untuk mengetahui gejala kanker rahim,”
katanya.

Menurutnya, IVA test dipilih karena paling mudah dan murah untuk deteksi
dini kanker serviks. Dengan cara menggunakan asam asetat yang dioleskan di
bagian serviks lalu ditunggu selama 20 detik apabila muncul bercak putih
sebanyak 75 persen di area serviks maka didiagnosis ada sel kanker.

Sedangkan deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan dua cara
yakni Sadari atau pemeriksaan payudara sendiri, maupun pemeriksaan
payudara klinis.

“Sasaran pemeriksaan IVA tes dan Sadanis adalah pengurus Dharma Wanita dan
karyawan perempuan STPP Bogor, kami bekerja sama dengan Puskesmas Pancasan
Kota Bogor,” kata Yulia.

Sementara itu Pemerintah Kota Bogor juga gencar mengkampanyekan pencegahan
kanker dengan melakukan deteksi dini di sejumlah wilayah. Puncaknya pada
peringatan Bulan Peduli Kanker dilakukan kegiatan “Bogor Pink Run” yakni
kegiatan lari yang diikuti 3.000 peserta yang menggunakan baju warna pink.

Selain itu Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor meluncurkan Paguyuban
Survivor of Cancer” sebagai wadah untuk saling berbagai pengalaman serta
edukasi bagi para penderita kanker untuk terus berjuang melawan kankernya
dengan memperoleh semangat dari para penyintas atau orang yang sembuh dari
kanker.