Pemimpin Al-Qaeda Minta Petempur Melakukan Perang Gerilya di Suriah

306
Para Pemberontak Suriah (google images)

Pemimpin Al-Qaeda Ayman az Zawahiri meminta petempur pemberontak Suriah melakukan perang gerilya melawan musuh mereka, seperti, pasukan Presiden Bashar al Assad dan
sekutunya, yang didukung Iran dan kekuatan gabungan Barat.

Dalam rekaman suara diunggah ke media berjaringan pada Minggu, Zawahiri meminta pemberontak bersabar, dan mengatakan bahwa mereka harus bersiap memulai pertempuran panjang melawan pasukan gabungan pimpinan Barat di Irak dan Suriah, serta pasukan Syiah Iran, yang mendukung pemerintahan Presiden Suriah Bashar al Assad.

“Anggota kita di Syam (Suriah) harus menyiapkan diri untuk memulai petrempuran dalam waktu lama dengan Tentara Salib dan sekutu mereka kaum Syi’ah dan Alawiyah,” kata penerus Osama bin Laden itu. Gerilyawan petempur Sunni menganggap kaum Syiah dan Alawiyah melakukan bidah.

Zawahri mengatakan bahwa petempur menjadi sasaran musuh karena berusaha¬† menerapkan aturan Islam di Suriah, ia menambahkan bahwa Barat dan sekutunya melakukan semua yang mereka mampu untuk mencegah gelombang “Islam” di kawasan itu.

Tidak jelas kapan rekaman tersebut dibuat.

Dalam rekaman tersebut, ia juga memperingatkan kepada para gerilyawan untuk tidak mengubah perselisihan itu menjadi konflik yang murni terjadi di wilayah Suriah saja.

Jabhat al-Nusra yang dahulunya adalah bekas cabang gerilya al-Qaeda di Suriah, saat ini mempelopori sebuah kelompok pemberontak yang dikenal sebagai Hayat Tahrir al Sham. Kelompok tersebut merupakan pemimpin pertempuran melawan pasukan pemerintah
Suriah dan sekutu mereka yang didukung Rusia dan Iran pada sebagian besar serangan yang terjadi di negara itu.

Kelompok itu memainkan peran kunci dalam kendali sebagian besar provinsi Idlib, meski Amerika Serikat melakukan serangan gabungan, yang telah menewaskan puluhan pemimpin mereka dalam beberapa bulan belakangan. (Antara/Reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here