Setidaknya 26 Orang Tewas Akibat Kelaparan di Somalia

379
Orang somalia yang kekurangan makanan (Google Images)

Setidaknya 26 orang tewas akibat kelaparan di wilayah semi otonom Jubbaland, Somalia selatan, radio pemerintah federal mengatakan dalam laman mereka.

Somalia, seperti negara-negara lain di kawasan itu, menghadapi kekeringan yang telah membunuh ternak mereka, menggagalkan panen dan menewaskan 6,2 juta orang, sekitar setengah dari keseluruhan jumlah penduduk mereka. Kondisi ini membuat mereka membutuhkan bantuan pangan.

Kelaparan parah yang melanda Jubbaland menyebabkan berpindahnya ratusan keluarga ke ibu kota Mogadishu untuk mencari bantuan.

Laman itu mengutip pernyataan Mohamed Hussein, asisten Menteri Dalam Negeri Jubbaland, yang mengatakan bahwa kondisi kekeringan parah telah menewaskan beberapa orang  elama rentang waktu 36 jam pada Senin, peristiwa itu terjadi di berbagai kota di daerah Jubba tengah dan Gedo.

“Orang-orang di daerah tersebut membutuhkan bantuan segera,” Hussein mengatakan dalam sebuah laporan.

Beberapa warga mengatakan bahwa sebagian besar kota-kota yang terkena dampak,dikendalikan oleh militan al Shabaab, yang telah melancarkan aksi kekerasan untuk menggulingkan pemerintah federal yang didukung oleh Barat di Mogadishu.

Sembilan keluarga yang termasuk dalam kelompok yang tiba di ibukota dari Jubbaland pada Selasa, salah satunya adalah Ibrahim Abdow, 62 tahun, ia mengatakan bahwa dirinya harus menunggang keledai dan menumpang bus untuk sampai ke sana.

“Sapi dan peternakan kami telah musnah. Sungai-sungai telah kering dan tidak ada sumur di sana, ” terangnya, saat memberikan pernyataan sambil berteduh di bawah pohon di pinggiran Mogadishu.

Warga kota di sana menyediakan keluarga-keluarga itu roti dan mangkuk-mangkuk yang berisa air tetapi mereka mengatakan bahwa bantuan makanan dari badan-badan bantuan sangat dibutuhkan segera.

Negara-negara maju harus berbuat lebih banyak untuk menyelamatkan Somalia dari bencana kelaparan, ketua sekretariat PBB mengatakan pada bulan ini. (Antara/Reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here