UNHCR: Situasi Pengungsi di Afrika Timur Mengkhawatirkan

318
Anak-Anak Pengungsi (google images)

PBB pada Ahad (26/3) menyatakan situasi pengungsi di Afrika Timur dan Tanduk Afrika mengkhawatirkan, kata pejabat Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR).

“Situasi pengungsi yang menyedihkan ini di wilayah tersebut disebabkan oleh kekurangan parah makanan dan konflik bersenjata,” kata Victoria Akyampong, Kepala UNHCR untuk Wilayah Afrika Timur, Tanduk Afrika dan Danau Raya.

Wania pejabat itu mengatakan situasi sama mengkhawatirkannya di Wilayah Danau Raya, tempat lain pergolakan politik di benua tersebut. Konflik membuat pasukan pemerintah berhadapan dengan kelompok milisi.

“Situasi terlalu mengkhawatirkan. Kita harus mengembangkan mekanisme mengenai cara menangani krisis itu,” kata Akyeampong saat mengunjungi Markas Masyarakat Afrika Timur (EAC) di Kota Wisatawan Arusha di Tanzania.

Pemimpin regional UNHCR tersebut dan Sekreratis Jenderal EAC Liberat Mfumukeko sepakat untuk membentuk satuan tugas guna mengembangkan dan menerapkan mekanisme regional mengenai penanganan pengungsi.

“Saya gembira hari ini kami telah sepakat untuk bekerjasama. Wilayah kami telah lama sangat menderita dalam konteks pengungsi dan itu menjelaskan mengapa kami di EAC memandang masalah pengungsi sebagai salah satu bidang penting dalam integrasi wilayah,” kata Mfumukeko, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

EAC dan UNHCR menandatangani Nota Kesepahaman pada Maret 2010, yang menetapkan kerangka kerja bagi kerja sama di bidang, antara lain, pencegahan konflik, pembangunan perdamaian, peringatan dini dan reaksi serta pergerakan orang. (Antara/Xinhua-OANA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here