Aliran Dana Dari Asma Dewi ke Saracen Diusut

124
Sumber Gambar : http://sebarr.com

Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri masih mendalami seputar dugaan aliran
dana sebesar Rp75 juta dari Asma Dewi, seorang ibu rumah tangga ke kelompok penyebar
ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial, Saracen.

“Masih digali satu per satu. Apakah itu pemesanan (konten ujaran
kebencian) akan dilihat dari fakta yang ada,” kata Kepala Bagian
Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes
Polri, Jakarta, Selasa.

Penyidik pun masih berupaya mengungkap dugaan komunikasi maupun pertemuan
antara Asma Dewi dengan kelompok Saracen.

“Ditemukan adanya proposal, ada aliran dana. Lalu apakah ada percakapan,
komunikasi atau pertemuan? Ini masih ditelusuri faktanya,” katanya.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim menangkap seorang ibu rumah tangga bernama
Asma Dewi (52 tahun) di kediaman kakaknya di Kompleks Polri Ampera Raya,
Jakarta Selatan pada Jumat (8/9).

Asma ditangkap karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian bernuansa
SARA melalui jejaring sosial Facebook.

Dari hasil penyelidikan, ternyata Asma Dewi pernah memberikan dana senilai
Rp75 juta kepada kelompok Saracen.

Kini, Asma mendekam di Rutan Polda Metro Jaya.

Sementara polisi sudah mengamankan empat tersangka pengelola grup yang berisi
konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen. Empat tersangka
tersebut adalah MFT, SRN, JAS dan MAH.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya
Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom.

Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan
ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here