BI-Kemenhub Sepakati Integrasi Sistem Pembayaran Elektronik Transportasi

169
sumber gambar : sindonews

Bank Indonesia dan Kementerian Perhubungan RI menyepakati pengembangan
integrasi sistem pembayaran elektronik bidang transportasi yang meliputi
pembayaran transportasi antar moda darat, laut, udara dan
perkeretaapian, serta perparkiran dan jalan berbayar.

Dengan integrasi tersebut, nantinya masyarakat akan dapat menggunakan uang
elektronik dari berbagai penerbit pada berbagai moda transportasi. Untuk
menunjukkan komitmen kedua belah pihak, dilakukan penandatanganan
Kesepakatan Bersama (KB) antara Gubernur Bank Indonesia Agus D.W.
Martowardojo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta
Convention Center, Jakarta, Rabu.

Pelaksanaan integrasi pembayaran tersebut akan dimulai dari wilayah
Jabodetabek, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Turut
hadir dalam kegiatan hari ini adalah Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful
Hidayat.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menyampaikan harapan
bahwa integrasi tersebut akan meningkatkan efisiensi layanan publik
melalui penerapan pembayaran secara non tunai.

“Hal ini sangat penting, mengingat besarnya tuntutan akan layanan
pembayaran yang semakin aman, lancar, dan efisien, seiring pesatnya
perkembangan teknologi informasi,” ujar Agus.

Untuk mencapai integrasi tersebut, lanjut Agus, ada tiga hal yang perlu
dilaksanakan. Pertama, penggunaan uang elektronik sebagai instrumen
pembayaran transportasi publik menggantikan tiket.

Kedua, standarisasi instrumen uang elektronik yang selaras dengan
kebijakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Ketiga, keberlangsungan model
bisnis serta menghargai investasi yang telah ada dengan mengadopsi skema
harga (pricing) sesuai best practices.

Inisiatif nontunai moda transportasi di Jakarta telah dirintis sejak tahun
2013 oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dengan dapat digunakannya uang
elektronik empat bank pada moda kereta api commuter.

Selanjutnya, Bus Transjakarta sejak 14 Februari 2015 telah seluruhnya
menerima pembayaran uang elektronik dari 6 bank. Pada kedua moda tersebut,
uang elektronik sekaligus berfungsi sebagai tiket transportasi (e-ticket).

Dalam mewujudkan integrasi pembayaran transportasi Jabodetabek, salah satu
tantangan adalah perbedaan kepemilikan moda transportasi, antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Untuk itu, strategi integrasi sistem pembayaran elektronik moda
transportasi disinergikan dengan membentuk dua entitas berbeda. Pertama,
unit usaha yang berada dibawah BUMN untuk moda transportasi yang dikelola
oleh BUMN. Kedua, konsorsium yang berada dibawah Pemprov DKI dan berbentuk
BUMD untuk moda transportasi yang juga dikelola oleh BUMD.

Kedua entitas tersebut harus bersinergi dengan menyediakan infrastruktur
pemrosesan uang elektronik yang saling terkoneksi dan saling dapat
beroperasi.

Selain itu, harus dilakukan pula integrasi dengan konsorsium lain yang
menerapkan uang elektronik sebagai alat pembayaran yaitu Konsorsium
Electronic Toll Collection (ETC) di jalan tol yang saat ini tengah
dirancang oleh Kementerian PUPR.

Untuk mendorong pelaksanaan integrasi oleh seluruh pihak terkait,
dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank
Indonesia dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan
kesepakatan bersama antara BPTJ dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
dengan seluruh Operator pengelola moda transportasi yang beroperasi di
wilayah Jabodetabek, yaitu Perum Damri, Perum Pengangkutan Penumpang
Djakarta, PT KAI Commuter Jabodetabek, PT Jakarta Propertindo, PT
Transportasi Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta, PT Railink.

Kesepakatan tersebut akan mengikat operator pengelola moda transportasi
yang beroperasi di wilayah Jabodetabek untuk ikut serta berkomitmen dalam
rencana integrasi sistem pembayaran elektronik transportasi antar moda di
wilayah Jabodetabek.

“Dengan sinergi seluruh pihak, integrasi pembayaran transportasi
diharapkan dapat segera terwujud, sehingga masyarakat dapat bertransaksi
dengan lebih aman dan efisien,” kata Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here