BPOM Anugerahi Dexa Medica Pengembang Obat Herbal

471
Obat Tradisional (google images)

Badan Pengawas Obat dan Makanan menganugerahi perusahaan obat PT Dexa Medica sebagai pelaku usaha yang mendukung pengembangan bahan baku ekstrak dan produk fitofarmaka dalam Penghargaan BPOM 2017.

“Penghargaan ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menjawab salah satu tantangan pemerintah untuk mencari, mengembangkan, dan memproduksi bahan baku obat untuk kepentingan nasional,” kata Direktur Dexa Laboratories Bimolecular Sciences PT Dexa Medica Raymond Tjandrawinata di Jakarta, Rabu.

Sampai saat ini obat jenis fitofarmaka atau obat yang berbahan baku herbal, namun diproduksi secara standar industri farmasi dari Dexa Medica sejumlah empat obat dari keseluruhan delapan obat di Indonesia.

Sementara empat obat fitofarmaka lainnya dari Kimia Farma, Nyonya Meneer, dan Phapros dengan dua obat.

Raymond menyebutkan Dexa Medica terus melakukan inovasi melalui riset untuk membuat obat fitofarmaka baru. Dia menyebut, saat ini Dexa Medica tengah melakukan riset untuk tiga obat fitofarmaka lainnya.

Menurut dia, pengembangan obat fitofarmaka di Indonesia memiliki dampak ganda yang bisa dirasakan tidak hanya oleh produsen farmasi, namun juga masyarakat pelaku usaha tanaman herbal.

Selain itu, dengan 30 ribu jenis tumbuhan herbal yang ada di Indonesia membuat produksi obat fitofarmaka tidak ketergantungan oleh bahan baku obat yang sampai saat ini masih mengandalkan impor.

“Arahnya agar industri farmasi di Indonesia bisa swasembada bahan baku, mengurangi importasi, dan agar Indonesia bisa mandiri memenuhi ketersediaan bahan baku obat nasional,” tutur Raymond. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here