BPS: Usaha Non Pertanian Terkonsentrasi di Jawa-Sumatera

275
Industri Non Pertanian di Indonesia (google images)

Badan Pusat Statistik melalui hasil awal pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 mencatat sebaran usaha nonpertanian antarpulau secara umum menunjukkan 79,35 persen terkonsentrasi di kawasan Barat Indonesia atau di Sumatera dan Jawa.

Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers peluncuran data hasil awal Sensus Ekonomi 2016 di Jakarta, Kamis, mengatakan 16,2 juta perusahaan berlokasi di Jawa atau 60,74 persen terhadap seluruh perusahaan di Indonesia.

Dari 16,2 juta perusahaan tersebut, sekitar 15,9 juta merupakan usaha mikro kecil dan 291 ribu merupakan usaha mikro besar.

Sementara itu, jumlah perusahaan di kawasan Timur Indonesia yang mencakup Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua mencapai 5,5 juta perusahaan atau 20,65 persen terhadap seluruh perusahaan di Indonesia.

Jumlah sebaran terbesar di kawasan Indonesia Timur berada di Sulawesi yang mencapai 2,1 juta perusahaan (8,09 persen).

Kemudian, sebaran jumlah tenaga kerja juga mengikuti sebaran usahanya. Secara umum, sebaran tenaga kerja menunjukkan lebih dari 81 persen terkonsentrasi di kawasan Barat Indonesia.

Sebanyak 44,6 juta orang tenaga kerja berlokasi di Jawa atau 63,38 persen terhadap seluruh perusahaan di Indonesia. Sementara di Sumatera tercatat ada 12,4 juta orang tenaga kerja (17,64 persen).

Porsi jumlah tenaga kerja di kawasan Timur Indonesia mencapai 18,97 persen atau sekitar 13,3 juta orang, dengan jumlah tenaga kerja terbanyak berada di Sulawesi (6,82 persen atau 4,7 juta orang).

Sebagaimana diketahui, pendataan Sensus Ekonomi 2016 merupakan langkah awal menakar kekuatan perekonomian Indonesia di luar sektor pertanian secara lengkap.

Sensus ekonomi merupakan salah satu dari sensus yang dilakukan oleh BPS di samping sensus penduduk dan sensus pertanian. Kegiatan tersebut dilakukan pada Mei-Juni 2016 dengan kegiatan pendaftaran usaha dan perusahaan seluruh lapangan usaha nonpertanian.

Data dan informasi statistik dalam Sensus Ekonomi 2016 merupakan modal penting yang dapat dijadikan sebagai salah satu landasan dalam menentukan kebijakan perekonomian,

Suhariyanto menyebutkan data awal Sensus Ekonomi 2016 akan diperinci lagi dengan sensus lanjutan pada Agustus dan September 2017 untuk mengambil sampel usaha mikro kecil dan usaha menengah besar. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here