Indonesia Raih 22 Medali Kejuaraan Daya Ingat

344

Indonesia berhasil meraih 22 medali dengan rincian dua
emas, 10 perak dan 10 perunggu dalam Kejuaran Daya Ingat atau Korea Open
Memory Championship yang diselenggarakakan di Universitas Chung Ang, Korea
Selatan, 18 hingga 19 Februari.

“Indonesia pada tahun ini berhasil meraih 22 medali dengan tim yang
beranggotakan 14 peserta,” ujar Ketua Umum Indonesia Memory Sports Council
Yudi Lesmana di Jakarta, Selasa.

Bertanding di kategori junior, Fakhri (SMAN 26, Jakarta) berhasil membawa
pulang satu emas, lima perak, dan dua perunggu ( ditambah satu perak
posisi keseluruhan), disusul Fathimah Aiko (SMP Salman Alfarisi, Bandung)
dengan satu emas, dua perak, dan satu perunggu posisi keseluruhan, lalu
Shafa Annisa (siswi SMPN Kesatuan Bangsa, Yogyakarta) dengan tiga
perunggu.

Sebanyak tiga medali (dua perak dan satu perunggu) juga berhasil dibawa
pulang Ketua Tim Yudi Lesmana di kategori dewasa. Kemudian, sebanyak empat
anggota tim lainnya juga masing-masing berhasil membawa pulang satu medali
perunggu, yaitu Rayyan Hanif (SMP Nurul Fikri, Depok), Rifda Almira (SMA
Edu Global School, Bandung), Hanifah Khalillah (SMA Edu Global School,
Bandung), dan terakhir Aulia Nadia (SD Sinar Cendikia, Tangerang).

Kejuaraan tersebut diikuti 184 peserta dari 12 negara. Terdapat 10 jenis
pertandingan dalam kompetisi itu yakni lima menit mengingat wajah dan
nama, lima menit mengingat urutan kata acak, lima menit mengingat urutan
angka binary acak, lima menit mengingat urutan angka acak, lima menit
mengingat urutan gambar acak, 15 menit mengingat angka acak, 10 menit
mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok, lima menit mengingat tahun
dan kejadian, mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik
per 1 angka, dan mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu)
yang telah dikocok (Speed Cards).

“Sebanyak 10 jenis nomor di atas bertujuan untuk mengasah dan mempertajam
kemampuan konsentrasi dan daya ingat seseorang sehingga dapat dikatakan
para peserta sedang memperkuat otot-otot otaknya dalam kompetisi ini,”
kata Yudi.

Pencapaian rekor fantastis juga diraih dalam pertandingan ini seperti
Fakhri yang mampu mengingat 660 digit angka biner acak dan 58 kejadian dan
tahun dalam 5 menit, Aiko mampu mengingat 60 urutan kata acak dalam 5
menit, Shafa berhasil mengingat 166 urutan kartu dalam 10 menit dan Yudi
Lesmana mengingat 188 digit angka yang diucapkan dalam waktu 188 detik.

“Hasil kejuaraan ini membuktikan kemampuan otak anak bangsa kita tidak
dapat dipandang sebelah mata. Walaupun dengan dukungan terbatas
pemerintah, Tim Memory Sports Indonesia tetap menunjukkan taringnya di
mata dunia dan membawa harum nama Indonesia,” kata dia.
(Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here