Kepala BKKBN Resmikan Kampung KB di Banyuwangi

528
Peresmian Kampung KB (google images)

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meresmikan Kampung Keluarga Berencana di Dusun Paeloan Desa Sumberbaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kita berkumpul di sini untuk mencanangkan Kampung KB,” kata Kepala BKKBN Surya Chandra di Dusun Paeloan, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Senin.

Kampung KB merupakan salah satu instruksi Presiden Joko Widodo untuk menggerakkan kembali program Keluarga Berencana (KB) yang sempat tidak berjalan dengan baik sejak masa reformasi.

Menurut Surya, dipilihnya Dusun Paeloan sebagai Kampung KB adalah berdasarkan kebijakan pemerintah kabupaten setempat karena kondisi yang kurang baik sehingga jumlah penduduk dusun tersebut harus dikelola dengan program KB.

“Desanya miskin, lingkungannya kumuh dan banyak anak,” ucapnya.

Tidak hanya Dusun Paeloan, pada 2016, BKKBN bersama Pemkab Banyuwangi juga mencanangkan Kampung KB di Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Kampung KB merupakan program nasional yang mencakup empat misi pokok yakni pendewasaan usia nikah (PUP), pemakaian kontrasepsi, ketahanan keluarga, dan peningkatan ekonomi produktif.

Selain itu, pencanangan Kampung KB juga bertujuan mengedukasi masyarakat setempat tentang bahaya narkoba dan penularan HIV/AIDS. Kampung KB ini nantinya akan diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga Posyandu. Rencananya, Kampung KB ini akan dilaksanakan di semua dusun se-Kabupaten Banyuwangi.

“Rencananya, satu kecamatan, satu Kampung KB,” ujar Surya.

Sementara pihaknya mencatat keberhasilan kinerja BKKBN pada tahun 1970 hingga 2000 yang berhasil menurunkan angka kelahiran bayi yakni 5,6 anak per perempuan pada tahun 1970 menjadi 2,6 anak per perempuan pada 2000.

“Targetnya 2,1 anak per perempuan. Target 2,1 itu artinya penduduk tumbuh seimbang sehingga tidak terjadi ledakan penduduk. Tapi di masa reformasi, program KB ditinggalkan,” tuturnya.

Sesuai instruksi Presiden Jokowi, saat ini pihaknya terus menggencarkan kembali program KB melalui Aksi Generasi Berencana (Genre) 2017 dan Kampung KB di sejumlah daerah di Indonesia. Harapannya, program KB bisa mengendalikan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatkan kualitas penduduk melalui pendidikan.

“Kita harus gaungkan KB kembali untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia,” katanya.

Dalam pencanangan Kampung KB tersebut, pihaknya juga menyerahkan satu unit laparoskopi kepada kades setempat. Laparoskopi adalah alat bedah yang menggunakan teknik “minimaly invasive”. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here