Mendikbud : Angka Buta Huruf Turun Drastis

135
Sumber Gambar : Dakta.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
Muhadjir Effendy mengatakan angka buta huruf di Tanah Air turun drastis.

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk nomor empat terbanyak di
dunia, namun angka buta huruf hanya 2,07 persen,” ujar Mendikbud dalam
peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Kuningan, Jawa Barat, Jumat.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan tidak ada
negara di dunia yang bebas dari buta huruf, termasuk negara maju seperti
Amerika Serikat.

“Di Amerika Serikat buta huruf sebanyak satu persen, sementara kita 2,07
persen. Maka membutuhkan kerja keras untuk memberantasnya,” katanya.

Dia menjelaskan buta huruf bukan hanya tidak bisa baca, tulis dan
berhitung, tetapi yang lebih mendasar mereka harus mendapatkan sesuatu
dari kemampuan baca tulis dan hitung itu.

Muhadjir menjelaskan kita harus hati-hati, jangan sampai mengajari anak
membaca, tetapi tidak bisa belajar.

“Penelitian menyebutkan sebagian besar anak Indonesia ke sekolah, namun
tidak belajar. Bersekolah dan belajar dua hal berbeda. Belajar tanpa
mendapatkan pelajaran harus diwaspadai,” kata dia.

Salah satu contohnya, lanjut dia, adalah di media sosial yang negatif
tanpa mendapatkan pelajaran sedikitpun.

Saat ini, jumlah buta aksara hanya sekitar 2,07 persen atau sekitar 3,4
juta jiwa. Saat ini, angka buta aksara masih terdapat di sejumlah
provinsi, yakni Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15
persen), Sulawesi Barat (4,58 persen), Kalimantan Barat (4,50 peren),
Sulawesi Selatan (4,49 persen), Bali (3,57 persen), Jawa Timur (3,47
persen), Kalimantan Utara (2,90 persen), Sulawesi Tenggara (2,74 persen),
dan Jawa Tengah (2,20 persen).

Sementara 23 provinsi lainnya sudah berada di bawah angka nasional. Jika
dilihat dari perbedaan gender, tampak bahwa perempuan memiliki angka buta
aksara lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah, yakni
1.157.703 orang laki-laki, dan perempuan 2.258.990 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here