MENTAN: Kedaulatan Pangan Membaik

278
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (google images)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan saat ini kedaulatan pangan nasional sudah baik terbukti sejumlah komoditas sudah swasembada bahkan ada yang ekspor.

“Kedaulatan pangan sudah membaik, stok beras 1,93 juta ton cukup besar untuk persiapan bulan Ramadhan. Untuk bawang merah dan cabai, harganya juga sudah turun, artinya program pangan kita sudah berhasil,” kata Amram kepada pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Hal ini disampaikannya usai menjadi pembicara utama Seminar Nasional dan Pra-Loknas FKPTPI BKS Wilayah Timur dalam rangka Dies Natalis Ke-41 UNS dengan tema Peranan Sumber Daya Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Auditorium UNS.

Khusus ekspor beras ke Malaysia, Negeri Jiran juga akan menerima ekspor beras rajaunca dari Entikong, Kalimantan Barat sebanyak 15-50 ribu ton.

Selain itu, tim Malaysia juga datang ke Ponorogo, Jatim karena tertarik untuk menerima ekspor jagung.

Sesuai arahan Bapak Presiden RI akan melibatkan akademisi pertanian, mahasiswa pertanian agar mengenal pertanian dengan baik.

Mentan juga meminta jangan menyebarkan isu yang tidak benar, kasihan pemerintah yang sudah kerja, mau berapa saja jagung ada di Bulog.

Sampai saat ini jagung lokal tersedia untuk peternakan dengan volume sekitar 3.000 ton lebih, stok jagung di Bulog juga cukup dan akan mendahulukan untuk peternak kecil.

“Produksi pangan sudah baik, Indonesia sudah tidak perlu impor lagi. Di Tahun 2045 Indonesia akan swasembada pangan,” ujar Mentan.

Mentan menegaskan, impor sapi akan diberikan ke daerah tertentu yang belum berswasemda sapi. Untuk daerah yang sudah bisa mencukupi kebutuhannya dari lokal seperti di Jatim tidak diganggu oleh sapi impor.

Rektor UNS Ravik Karsidi mengatakan mengoptimalkan peranan sumberdaya pertanian, perkebunan dan peternakan merupakan amanah yg diberikan Presiden RI kepada Mentan�dalam upaya mencapai swasembada pangan menuju kedaulatan pangan.

Hal yang harus dicermati saat ini adalah faktor perubahan iklim yang terjadi sehingga optimalisasi sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat diperlukan.

Selain faktor sumber daya alam dan sumber daya manusia, faktor lain yang sangat diperlukan adalah inovasi sosial dengan memperhatikan dan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Universitas Sebelas Maret tentang penelitian dan pengembangan pertanian, program pemberdayaan masyarakat, dan pelaksanaan kaji tindak. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here