PBNU: Rohingya Bukan Konflik Agama

177
Sumber Gambar : https://simomot.com

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said
Aqil Siroj menegaskan bahwa kasus Rohingya di negara bagian Rakhine,
Myanmar, bukanlah konflik agama.

“Kita harus menyikapi secara jernih apa yang terjadi di Rohingnya,
Myanmar,” kata Said Aqil usai bersama Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen
berdiskusi intensif dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa,
sebagaimana dikutip dalam siaran pers.

Dikatakannya bahwa umat Islam Rohingya memang banyak yang menjadi korban
dalam kekerasan di Rakhine, Myanmar, itu.

“Kita turut bersedih. Namun, jangan sampai hal itu ditarik menjadi konflik
antaragama, tidak betul itu. Umat Muslim di Indonesia jangan
terprovokasi,” kata Said Aqil.

Dalam pertemuan itu Said Aqil menyampaikan kepada Presiden Jokowi tentang
pentingnya membantu perdamaian di Rohingya. Nahdlatul Ulama sendiri ikut
andil dalam inisiasi perdamaian dengan peran serta lembaga-lembaga di
bawah naungan NU.

Sementara itu Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen menyayangkan provokasi
kebencian yang menumpangi isu Rohingya.

“Provokasi dengan rencana demonstrasi di Candi Borobudur, Magelang, itu
salah arah. Tidak semua umat Budha bersalah dalam kasus Rohingya, pelaku
hanya oknum tertentu, kita tidak bisa menggeneralisasi,” kata dia.

Ia mengatakan Pagar Nusa siap mengantisipasi demonstrasi di Candi
Borobudur agar tidak sampai merusak candi yang merupakan warisan peradaban
Nusantara itu.

“Dan yang lebih penting, agar tidak menjadi konflik antaragama di
Indonesia,” kata Nabil Haroen.

Pagar Nusa juga menyiagakan barisan pendekarnya di berbagai daerah,
berkoordinasi dengan Polri dan TNI, untuk meredam konflik serta menjaga
stabilitas keamanan nasional, khususnya terkait dengan kasus Rohingya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here