Pemerintah Jemput Bola Deteksi Dini Kasus TB

416
Tuberculosis (google images)

Pemerintah berupaya lebih intensif mendeteksi dini kasus turbekulosis dengan aksi mendatangi langsung rumah warga untuk mengedukasi dan menemukan kasus penyakit itu di kalangan masyarakat.

Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, Kementerian Kesehatan mengadakan Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis melalui aksi Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS) dengan program Mengetuk 100.000 Pintu untuk memberikan edukasi dan menemukan kasus TB.

Gerakan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dilakukan di 34 provinsi dengan bekerja sama antara Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan berbagai lembaga swadaya masyarakat dalam rangka peringatan Hari TB Sedunia yang jatuh pada 24 Maret.

Cita-cita bersama mengeliminasi TB pada tahun 2035 diharapkan dapat terwujud dengan cara mencegah penularan TB, menemukan yang bergejala dan mengobati yang sakit sampai sembuh.

Pemerintah mengubah pola upaya eliminasi kasus TB dari penemuan pasif promotif menjadi aktif, intensif dan dilakukan secara masif.

Deteksi kasus lebih spesifik dengan penemuan berbasis keluarga dan masyarakat pada populasi khusus seperti lembaga permasyarakatan, pondok pesantren, asrama, dan pada perumahan padat penduduk.

Peningkatan jejaring layanan juga dilakukan dengan melibatkan rumah sakit dan klinik swasta, serta peningkatan kolaborasi layanan di fasilitas layanan kesehatan (TB HIV, TB DM, dan TB Gizi).

Menurut laporan surveilans TB tahun 2015, total penemuan kasus TB sebanyak 330.729 kasus pada 2015 dengan angka keberhasilan pengobatan sampai sembuh sebesar 84 persen.

Sedangkan 16 persen sisanya ialah pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan dikarenakan meninggal dunia, pindah tempat tinggal, tidak melanjutkan pengobatan, dan penyakit kebal terhadap obat yang diberikan.

Dengan rata-rata lebih dari 300.000 pasien yang diobati per tahunnya, maka terhitung sejak tahun 2012 Indonesia telah berhasil menyelamatkan pengidap TB lebih dari 1 juta nyawa. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here