Pemerintah Tetapkan 30 Titik Integrasi Angkutan Umum

341
Terminal Angkot (google image)

Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menetapkan 30 titik integrasi angkutan umum.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga di Jakarta, Kamis, menyebutkan sejumlah titik integrasi, di antaranya di Dukuh Atas, Halim, dan Kampung Rambutan.

“Mengintegrasikan angkutan umum itu tidak gampang, bukan cuma posisi stasiun, melainkan bagaimana masyarakat bisa menggunakan satu tiket untuk berbagai moda,” katanya.

Nantinya, kata Elly, di Dukuh Atas merupakan tepat pertemuan antara moda bus dan kereta, baik itu Transjakarta, kereta rel listrik (KRL), mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), maupun kereta bandara.

Sementara itu, di Halim merupakan titik pertemuan antara LRT Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Kampung Rambutan antara bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan LRT.

Menurut dia, apabila angkutan umum perkotaan tidak diintegrasikan, akan menjadi malapetaka. Namun, apabila diatur dengan baik, Jakarta akan menjadi kota peradaban baru pada tahun 2019.

“Pada tahun 2019, kota bisa menjadi malapetaka atau menjadi kota yang wah, kalau enggak terintegrasi, pakai banyak tiket, mau naik angkutan lain harus masuk kolong jembatan, itu kalau kita salah mengaturnya,” katanya.

Hal itu merupakan tugas dari BPTJ dalam rangka mengintegrasikan titik-titik pertemuan angkutan umum perkotaan.

“Kalau bisa bukan hanya di Dukuh Atas saja, melainkan dari Dukuh Atas sambung ke Tanah Abang,” katanya.

Ke depannya, lanjut dia, juga akan diterapkan sistem pembayaran satu tiket yang bisa untuk berbagai moda, salah satu yang diuji coba adalah untuk pembayaran kereta yang menghubungkan ke Bandara Internasional
Soekarno-Hatta. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here