PLN Sepakati 11 PPA Energi Baru Terbarukan

159
Sumber Gambar: Energipos.com

Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyepakati 11
Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau “Power Purchase Agreement” (PPA)
pembangkit energi baru terbarukan dengan pihak swasta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan bersama
Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Jumat menyaksikan
penandatanganan 11 (sebelas) tersebut di Kementerian ESDM, Jakarta.

PPA pembangkit dari energi terbarukan (EBT) antara PT PLN (Persero) dengan
pengembang pembangkit tenaga listrik swasta (Independent Power
Producer/IPP) mempunyai total kapasitas 291,4 MW.

Penandatangan PPA ini merupakan lanjutan penandatangan PPA pembangkit EBT
yang dilakukan pada 2 Agustus 2017 dengan kapasitas 257,17 MW, sehingga
dengan penandatangan PPA 11 proyek pada hari ini sebesar 291,4 MW maka
total pembangkit tenaga listrik dari energi terbarukan yang telah
menandatangani PPA sebesar 548,57 MW (di luar kapasitas Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi).

“Dengan penandatangan ini, merupakan salah satu bukti nyata dari upaya
Pemerintah dalam memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23
persen pada tahun 2025, serta menciptakan harga listrik yang kompetitif
dan affordable,” ujar Menteri Jonan.

Pemerintah senantiasa melakukan perbaikan agar pengembangan pembangkit EBT
menjadi makin menarik, salah satunya melakukan revisi Permen ESDM Nomor 12
Tahun 2017 menjadi Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 dalam rangka
mengoptimalkan BPP tenaga listrik EBT yang diharapkan berdampak pada tarif
listrik yang terjangkau oleh masyarakat maupun tarif listrik yang
kompetitif bagi dunia industri.

“11 proyek pembangkit EBT ini memiliki kisaran harga jual antara 6,52
dolar AS /KWH – 8,60 dolar AS/KWH, ada yang lebih rendah maupun sama dari
nilai BPP, ini merupakan dukungan pemerintah untuk pengembangan listrik
EBT,” jelas Jonan.

Hal ini sejalan dengan Permen Permen ESDM 50/2017 juga mengatur perubahan
formula harga pembelian tenaga listrik dari PLTS Fotovoltaik, PLTB, PLTBm
dan PLTBg.

BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat sama atau di bawah
rata-rata BPP Pembangkitan nasional, harga patokan pembelian tenaga
listrik semula sebesar sama dengan BPP Pembangkitan di sistem
ketenagalistrikan setempat, menjadi ditetapkan berdasarkan kesepakatan
para pihak.

Sebelas proyek pembangkit tenaga listrik yang ditandatangani sebagai berikut:

1. PLTM Aek Sibundong (8 MW) di Sumatera Utara

2. PLTM Aek Situmandi (7 MW) di Sumatera Utara

3. PLTM Aek Sigeaon (3 MW) di Sumatera Utar

4. PLTM Sisira (9,8 MW) di Sumatera Utara

5. PLTM Batang Toru 4 (10 MW) di Sumatera Utara

6. PLTM Bayang Nyalo (6 MW) di Sumatera Barat

7. PLTM Batu Brak (7,7 MW) di Lampung

8. PLTM Kunci Putih (0,9 MW) di Jawa Tengah

9. PLTA Air Putih (21 MW) di Bengkulu

10. PLTA Pakkat (18 MW) di Sumatera Utara

11. PLTA Buttu Batu (200 MW) di Sulawesi Selatan

Potensi pembangunan pembangkit EBT akan terus ditingkatkan, mengingat
keterjangkauannya yang lebih luas dan mencapai kawasan-kawasan pelosok
Indonesia. Hal ini sejalan dengan RUPTL 2017 – 2026, dimana pembangkit
listrik EBT mencapai 23 persen pada 2025 dengan kapasitas 45 GW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here