Sektor Kemaritiman Bisa Bantu Tanggulangi Dampak Kekeringan

126
Sumber Gambar : pikiran-rakyat.com

Berbagai potensi sumber daya yang dimiliki sektor kemaritiman nasional
dapat digunakan dengan cara yang inovatif serta kreatif guna membantu
menanggulangi dampak kekeringan di berbagai daerah.

“Jumlah tangkapan ikan bisa digunakan untuk menutupi kegagalan panen di
sektor pertanian akibat kekeringan,” kata Direktur Eksekutif Center of
Maritime Studies for Humanities, Abdul Halim, di Jakarta, Jumat.

Menurut Abdul Halim, hal tersebut dapat digunakan terutama untuk daerah
kekeringan yang dekat dengan wilayah pantai seperti kawasan pesisir agar
distribusi ikan juga lebih lancar.

Sejumlah pemda seperti Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
mengoptimalkan pemantauan daerah rawan kekeringan, guna mengantisipasi
gagal panen padi selama kemarau.

“Hasil pemantauan sementara kita belum menemukan dan menerima laporan
lahan pertanian mengalami kekeringan yang akan merugikan petani,” kata
Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Babel Toni Batubara di Pangkalpinang,
Selasa (19/9).

Toni mengatakan dalam mengantisipasi gagal panen selama musim kemarau
tahun ini, pihaknya juga mengintensifkan koordinasi lintas sektor.

Sementara itu, Pemprov Gorontalo telah menyiapkan benih, untuk
menggantikan tanaman jagung milik petani yang mengalami gagal panen,
akibat banjir atau kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi Mario, Kamis (14/9),
menuturkan, benih jagung tersebut untuk kebutuhan petani dalam menghadapi
musim tanam jelang akhir tahun ini.

Sebagaimana diketahui, melalui APBD Perubahan 2017, pemerintah telah
mengusulkan benih untuk luasan kurang lebih 1.000 hektare, dan saat ini
masih dalam tahap pembahasan. Jika sudah disahkan akan langsung dibagikan
ke petani yang tersebar di kabupaten/kota.

Sedangkan Pemprov Jatim menginstrusikan jajarannya agar melakukan
penanganan bencana kekeringan di wilayah Jatim dengan cepat sehingga
masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa segera mendapatkan pelayanan.

“Kondisi alam yang tidak bisa diatasi dengan sumur bor, jadi perlu pasokan
air bersih. Itu kami minta dikirim dan diatasi semua,” kata Wakil Gubernur
Jawa Timur Saifullah Yusuf di Kediri, Rabu (20/9) malam.

Wagub mengatakan dari laporan yang masuk ke Pemerintah Provinsi Jatim,
jumlah daerah yang dilanda kekeringan setiap tahun berkurang. Jika dahulu
hingga 600 desa yang dilaporkan mengalami kekeringan, lambat laun
berkurang menjadi sekitar 400 desa dan dari laporan yang terakhir tinggal
sekitar 200 desa yang memerlukan bantuan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sebanyak 2.000 tangki air
bersih untuk membantu masyarakat yang daerahnya dilanda kekeringan pada
musim kemarau kini.

“Kami sudah menyediakan 2.000 tangki air bersih untuk menyuplai
daerah-daerah yang kini kesulitan air seperti di Kabupaten Wonogiri,
Banjarnegara, Banyumas, dan Kebumen,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar
Pranowo di Semarang, Selasa.

Ganjar mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, terdapat 275
kecamatan yang terdiri dari 1.254 desa di 30 kabupaten/kota di Provinsi
Jateng yang saat ini dilanda kekeringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here