Virus Flu Burung Jadi Tonggak Kebangkitan Peternak

346
Waspada Virus Flu Burung (google images)

Duta Ayam Lokal Ade M Zulkarnain mengatakan virus flu burung yang marak pada 2005 lalu menjadi tonggak kebangkitan peternak lokal.

“Wabah flu burung beberapa waktu lalu, menjadikan kebangkitan peternak ayam kampung,” ujar Ade di Jakarta, Minggu.

Ade mengaku wabah tersebut telah meluluhlantakkan usaha peternakan ayam kampungnya. Namun wabah tersebut, puluhan penelitian dan lembaga peternakan maupun kesehatan hewan baik dari dalam maupun luar negeri dilakukan.

“Hal itu menjadi motivasi saya untuk menggerakkan ternak ayam kampung,” jelas Ade dalam seminar yang diadakan Japfa Foundation itu.

Ade kemudian berhasil menemukan konsep yang kemudian dibukukan yang berjudul Restrukturisasi Peternakan dan Kebangkitan Peternakan Rakyat Ayam Kampung terbit atas dukungan United States Department of Agriculture (USDA) dan Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI).

Sejak kasus flu burung, jumlah peternak ayam kampung di berbagai provinsi justru kian melonjak. Banyak kelompok tani dan perorangan berdatangan untuk belajar dari Ade, yang pada tahun 2007 mendapatkan penghargaan dari Bupati Sukabumi.

“Tempat peternakan saya maupun kelompok (Kepraks) juga mencatat sejarah. Pertama, uji vaksin H5N1 pertama di dunia dilakukan di tempat kami yang berlangsung selama dua tahun (2006-2008) yang dilakukan Wageningen (Belanda) dan Kementerian Pertanian. Kedua, uji kekebalan manusia terhadap virus flu burung pada 2008 oleh WHO dan Balitbangkes Kementerian Kesehatan yang waktu itu dipimpin oleh almarhum Endang Sedyaningsih (Menteri Kesehatan),” kata Ade.

Sebagai duta ayam lokal, Ade bertugas melindungi, mengembangkan dan mendukung riset ayam lokal, melestarikan keturunan ayam lokal dan mendorong pertumbuhan UKM dan usaha terkait ayam lokal sehingga dapat menjadi usaha yang menghasilkan.  (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here