Wadah Pegawai KPK Apresiasi PRESIDEN Jokowi

308
Presiden Joko Widodo (google images)

Wadah Pegawai (WP) KPK mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo yang meminta agar Kapolri Jenderal Pol Titto Karnavian mengusut pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

“WP mengapresiasi perintah tegas Presiden kepada Kapolri untuk menangkap pelaku teror kepada Novel Baswedan. Tadi pagi juga saya ketemu Kapolda Metro di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading dan beliau juga sudah berjanji menemukan pelaku teror ini agar menemukan motif dan siapa di belakang teror ini,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) WP KPK Aulia Postiera saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Pada hari ini, seusai sholat Subuh, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai satu mata Novel.

Presiden Joko Widodo lalu memerintahkan Kapolri untuk mengusut pelaku kekerasan tersebut.

“Itu tindakan brutal, saya mengutuk keras, dan saya perintahkan kepada Kapolri untuk dicari siapa (pelakunya). Jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tidak beradab. Saya kira ini tidak boleh terulang hal-hal seperti itu,” kata Presiden Joko Widodo tegas di Istana Negara Jakarta.

“Menurut kami ini adalah upaya teror kepada KPK dan pelakunya adalah teroris. Kita tidak mau berspekulasi, kita serahkan prosesnya kepada Polri,” tambah Aulia.

Pegawai KPK menurut Aulia tidak takut atas berbagai teror yang menimpa mereka. Teror tersebut bukanlah pertama kalinya menimpa pegawai KPK. Pada 2016, Novel Baswedan sengaja ditabrak dengan mobil oleh orang yang tidak dikenal dan pada 2015, penyidik KPK Afif juga mendapat ancaman bom dan perusakan mobil miliknya dengan air keras.

“Berbagai teror tersebut akan membuat kami semakin yakin bahwa kami berada di jalan yang benar,” ungkap Aulia.

Ia pun mendorong pimpinan KPK untuk segara memperkuat sistem pengamanan yang lebih baik sehingga dapat memastikan keamanan bagi pegawai khususnya yang memiliki resiko tinggi.

“WP mendorong pimpinan KPK untuk tidak ragu meneruskan kasus kasus tindak pidana korusi yang sedang ditangani termasuk untuk menetapkan tersangka, menaikkan ke tingkat penyidikan dan segera menuntut dan melimpahkan ke pengadilan,” tambah Aulia.

WP juga menuntut Presiden untuk dapat membongkar berbagai teror kepada KPK melalui  pembentukan tim pencari fakta secara independen yang melibatkan berbagai pihak dan menunjukan kebijakan yang mendukung pemberantasan korupsi.

“Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu melawan berbagai bentuk intervensi dan teror terhadap upaya pemberantasan korupsi. Kami percaya bahwa Allah SWT selalu bersama orang-orang yang memperjuangkan kebenaran,” tegas Aulia.

Selain teror terhadap individu di KPK, pelemahan KPK juga dilakukan dengan memperlemah kewenangan KPK melalui revisi UU KPK yang semakin gencar dilakukan.

“Hal tersebut membuat kerja-kerja pemberantasan korupsi menjadi terhambat,” ungkap Aulia.¬† (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here