Warga Rangkasbitung Bisa Nikmati Layanan KRL Maret

527
Commuterline (google images)

Warga Rangkasbitung bisa menikmati layanan kereta rel listrik (KRL) mulai Maret 2017.

“Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan merencanakan untuk memperpanjang layanan KRL hingga Rangkasbitung pada Maret Tahun 2017 ini”, ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian, Prasetyo Boeditjahjono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan pengoperasian KRL ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kereta api bagi masyarakat.

Prasetyo mengatakan dalam rangka mendukung pengoperasian KRL tersebut, pemerintah, sejak 2014 hingga 2015 telah melaksanakan berbagai pekerjaan pembangunan pada lintas Maja-Rangkasbitung untuk mendukung kesiapan pengoperasian KRL tersebut.

Dia menuturkan, nantinya pada April 2017 layanan KRL tersebut akan ditambah menjadi 18 kali perjalanan kereta, sehingga layanan KA lokal hanya akan dioperasikan untuk melayani masyarakat pada lintas Rangkasbitung – Merak.

“Perubahan ini juga berdampak pada meningkatnya kapasitas perjalanan kereta dari yang sebelumnya 153 perjalanan menjadi 171 perjalanan kereta,” katanya. Prasetyo mengatakan lingkup pekerjaan yang telah dilakukan untuk mendukung pengoperasian KRL sampai dengan Rangkasbitung, ¬†yaitu pada 2014, lingkup pekerjaan meliputi pengadaan Bantalan Beton R.54, peningkatan trek eksisting mengganti bantalan kayu/besi menjadi bantalan beton; peningkatan persinyalan dan telekomunikasi double track (pengadaan dan pemasangan fiber optic dan modifikasi axle counter); elektrifikasi LAA trek eksisting; pembangunan gardu traksi di Citeras dan Rangkasbitung Pada 2015, lingkup pekerjaan, meliputi peningkatan Track dengan Mengganti Rel R.42 menjadi R.54 antara Maja-Rangkasbitung sepanjang 18,2 kilometer.

Adapun pada 2016, lingkup pekerjaan meliputi penambahan panjang emplasemen di Stasiun Citeras dan Stasiun Rangkasbitung.

Prasetyo mengatakan hal itu dilakukan untuk menjamin keselamatan bagi para penumpang pada saat naik maupun turun dari KRL karena kondisi sebelumnya, kedua stasiun memiliki emplasemen ataupun peron rendah.

“Pembangunan elektrifikasi lintas Maja – Rangkasbitung sepanjang 17,6 kilometer ini merupakan bagian dari program pembangunan jalur ganda elektrifikasi lintas Tanahabang – Rangkasbitung sepanjang 62,7 kilometer dalam rangka mendukung pengoperasian KRL lintas
Tanahabang – Rangkasbitung, ” katanya.

Dia menambahkan pada lintas Tanahabang – Rangkasbitung ini, jalur ganda yang sudah terbangun baru sampai Maja, sedangkan lintas Maja – Rangkasbitung masih jalur tunggal.

Adapun pekerjaan pembangunan jalur ganda lintas Maja – Rangkasbitung dilaksanakan pada tahun 2017 ini.

Prasetyo mengatakan pekerjaan elektrifikasi lintas Maja – Rangkasbitung dilaksanakan dalam dua tahun anggaran (2014 – 2015) dengan total pendanaan sebesar Rp278,58 miliar yang bersumber dari APBN.

“Dengan beroperasinya KRL tersebut, frekuensi perjalanan KRL akan bertambah sehingga meningkatkan kapasitas angkut penumpang, serta mengurangi kemacetan atau kepadatan jalan raya di wilayah Jabotabek, khususnya di wilayah Banten,” katanya.

Sebelumnya, pada 27 Desember 2016 lalu, Tim dari Ditjen Perkeretaapian bersama tim Daop I PT KAI (Persero) telah melaksanakan inspeksi bersama guna mengecek kesiapan pengoperasian KRL lintas Tanahabang – Rangkasbitung.

Kemudian dilanjutkan 3 Februari lalu telah dilaksanakan ujicoba pengoperasian KRL lintas Tanahabang – Rangkasbitung.

“Saat ini, masyarakat Rangkasbitung yang hendak menuju ke Jakarta begitupun sebaliknya hanya dilayani oleh KA lokal sebanyak empat kali perjalanan,” katanya. Ketika elektrifikasi beserta KRL ini sudah mulai dioperasikan, pada tahap awal masyarakat akan dilayani KRL yang sudah dilengkapi pendingin ruangan ini dengan empat kali perjalanan kereta. ¬†(Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here