Enrico Preziosi Siap Mundur di Tengah Protes Penggemar

178
Enrico Preziosi (google image)

Presiden Genoa yang kontroversial Enrico Preziosi mengatakan dirinya siap “melempar handuk” setelah menerima lebih banyak kritik dari para penggemar.

Pria 69 tahun itu, yang telah dua kali diskors dan melihat klubnya terdegradasi akibat skandal pengaturan pertandingan sepanjang 14 tahun dirinya menangani klub itu, meminta timnya untuk berlatih di lokasi rahasia pada Kamis untuk menghindari protes para penggemar.

Genoa, yang akan menjalani pertandingan berat di kandang AC Milan pada Sabtu, hanya menang satu kali dari 11 pertandingan sejak awal tahun dan hantaman terakhir adalah kekalahan 0-1 dari tetangga sekaligus rival abadi Sampdoria pada Sabtu.

Mereka terpaut dua posisi dari zona degradasi Liga Italia, meski tidak berada dalam bahaya terdegradasi berkat penampilan yang lebih buruk dari tiga tim terbawah Crotone, Pescara, dan Palermo.

Para penggemar garis keras Genoa, yang dikenal sebagai Gradinata Nord, mengkritik keras timnya dan mengadakan aksi protes pada Kamis di depan lapangan latihan tim.

“Memalukan. Tidak ada banyak kata untuk menjelaskan perasaan yang tertuju kepada mereka yang tidak berharga untuk mewakili Genoa,” kata para penggemar, yang sebelumnya memboikot pertandingan kandang pada Februari sebagai protes terhadap manajemen Preziosi.

Preziosi, kepala perusahaan mainan terbesar di Italia, mengatakan kritik yang tertuju kepada dirinya tidak adil.

“Ketika Genoa menang, tim menjadi milik para penggemar, ketika Genoa kalah tim, menjadi milik Preziosi,” tuturnya. “Saya melakukan apa yang saya mampu dan saya menyadari bahwa hal itu tidak cukup, namun merupakan kesalahan untuk menghancurkan pekerjaan sepuluh tahun di Genoa.

“Saya meminta para penggemar untuk meninggalkan tim dalam damai. Kami akan meninggalkan kota untuk menghindari orang-orang ini.”

Preziosi menambahi bahwa ia siap untuk melepaskan jabatan sebagai presiden.

“Saya menyadari bahwa putaran saya telah berakhir dan mungkin ini juga merupakan hal yang benar bahwa saya menjual dan saya mengundurkan diri, namun hanya setelah kami aman secara matematis,” ucapnya.

Preziosi mengambil alih jabatan presiden pada 2003 di mana Genoa saat itu masih menghuni Serie B.

Klub berpikir bahwa mereka memenangi promosi ke Serie A pada 2005 namun justru terdegradasi ke strata ketiga, setelah badan pelaksana Liga Italia mendapati bukti pengaturan pertandingan.

Preziosi diskors selama lima tahun meski belakangan dibatalkan setelah melakukan banding.

Genoa kemudian memenangi promosi ke strata tertinggi pada 2007, meski Preziosi kemudian dijatuhi skors lima tahun lainnya, kali ini karena penyimpangan pada kesepakatan-kesepakatan dengan mantan klubnya Como. Skors ini kemudian belakangan juga dibatalkan.

Setelah itu, tim menikmati musim-musim yang bagus, finis di peringkat kelima pada 2005 dan peringkat keenam pada 2006. Walau demikian, keberhasilan pada 2006 memicu kritik terhadap manajemen ketika mereka harus absen dari kompetisi Eropa karena mereka terlambat mendaftarkan berkas-berkas yang diperlukan. (Antara/Reuters)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here