Sonny Siap Berjuang Sebagai Satu-Satunya Tunggal Tersisa

357

Satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tersisa di turnamen All England Open, Sonny Dwi Kuncoro menyatakan siap berjuang dalam pertandingan selanjutnya melawan Chou Tien Chen di ajang berlevel World Superseries Premier tersebut.

Kendati demikian, Sonny yang saat ini menempati peringkat 22 dunia, mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi pebulu tangkis Taiwan yang pernah dua kali mengalahkannya tersebut.

“Melawan Chou nanti, saya tidak melakukan persiapan khusus, semua nanti kita keluarkan di lapangan, yang jelas siap saja dan terus berjuang,” kata Sonny dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Sonny sendiri berhasil menembus putaran kedua All England setelah berhasil melalui pertandingan putaran pertama kontra Son Wan Ho asal Korea Selatan tanpa keringat sama sekali.

Dalam pertarungan yang digelar di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris, pada hari Rabu pukul 10:00 waktu setempat atau pukul 17:00 WIB tersebut, Sonny berhasil terus melenggang, pasalnya unggulan empat tersebut mengundurkan diri dari turnamen saat kedudukan 4-1 untuk wakil tanah air di game pertama.

Sonny tampaknya memutuskan mundur karena masih merasakan nyeri di kakinya akibat cedera kala bertanding di partai final kejuaraan Djarum Superliga pada 26 Februari 2017 lalu menghadapi Chou Tien Chen.

“Ya dia memang masih cedera sejak pertandingan di Surabaya (Djarum Super Liga) lalu,” tutur Sonny menambahkan.

Sonny memang menjadi satu-satunya wakil Indonesia tersisa, setelah Tommy Sugiarto tumbang oleh wakil Tiongkok Tian Houwei dalam pertandingan yang dilangsungkan sejak pukul 11:20 waktu setempat atau 18:20 WIB.

Dalam laga berdurasi 58 menit tersebut Tommy menyerah dua game langsung 19-21, 18-21 oleh Tian yang merupakan unggulan tujuh turnamen.

Sementara, tunggal putra Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting, menyerah lebih awal dari Chou Tien Chen yang sukses menumbangkan atlet muda Indonesia tersebut dalam 38 menit.

Anthony menyerah dari Chou dengan dua game berskor 21-10 dan 21-14, meski di game kedua, pemain Pelatnas tersebut memberikan perlawanan sengit, bahkan beberapa kali mengungguli perolehan poin Chou, namun kurang cukup untuk bisa menyeimbangkan kedudukan.  (Antara)

sumber gambar :www.google.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here