Maarif NU: Guru-Murid Perlu Perlindungan Proses Pembelajaran

1432
Guru dan Murid (google images)

Lembaga Pendidikan Ma`arif Nahdlatul Ulama menilai perlu adanya perlindungan terhadap guru dan murid dalam proses belajar mengajar di sekolah terkait kerentanan keduanya terlibat proses hukum dan tindak kekerasan.

“Relasi guru-siswa di lingkungan satuan pendidikan merupakan hal prinsip. Maka, satu sisi perlindungan guru juga diperlukan, namun perlindungan anak juga penting diintegrasikan dalam penyelenggaraan pendidikan,” kata Ketua Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Pusat Arifin Junaidi di Jakarta, Kamis.

Dia menilai dewasa ini tidak sedikit kasus pelaporan guru ke kepolisian oleh orang tua murid karena melakukan pendisiplinan kepada siswa dengan kekerasan dalam proses belajar mengajar.

“Tak sedikit guru masih memilih pendisiplinan siswa dengan pendekatan kekerasan. Dengan demikian, `mindset` tenaga pendidik seperti ini di satu sisi perlu dirubah, namun tren peningkatan perilaku menyimpang pada siswa juga tidak boleh dibiarkan,” kata Arifin.

Arifin berpendapat anak-anak saat ini rentan menjadi korban kejahatan pornografi, kejahatan siber, kejahatan seksual, ancaman pedofilia bahkan isu penculikan yang akhir-akhir ini mencuat.

Selain itu, kata dia, infiltrasi radikalisme dan terorisme pada anak usia sekolah juga menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian khusus.

“Pemerintah perlu melibatkan satuan pendidikan LP Ma`arif NU untuk mengembangkan model deradikalisasi di satuan pendidikan, agar anak usia sekolah tidak menjadi sasaran jaringan radikalisme dan terorisme,” ucap Arifin.

Dia menjabarkan NU telah memiliki modal sosial cukup besar seperti satuan Pendidikan di lingkungan LP Ma`arif NU yang berjumlah sekitar 13 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut di luar pesantren yang jumlahnya sangat besar dan sebarannya sampai daerah-daerah terpencil.

Menurut dia, satuan pendidikan LP Ma`arif NU dalam menolak dan menghadang radikalisme dan terorisme cukup mapan dan kuat.

“Sebagai bentuk partisipasi NU dalam mewujudkan ragam sekolah model, pengurus LP Ma`arif NU akan terus mengembangkan model madrasah dan sekolah ramah anak. Semangatnya, guru nyaman mengajar, siswa senang belajar, tanpa kekerasan dan potensi semua siswa berkembang dengan baik,” ujar dia.

Selain itu Arifin menambahkan pemerintah perlu membangun sistem proteksi yang kuat, agar masalah pornografi, kejahatan pedofil, dan kejahatan seksual tidak menghantui anak usia sekolah. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here