Penyelenggaraan UN Kesetaraan Tak Sepenuhnya UNBK

327
Ujian Nasional (google images)

Sejumlah daerah mengaku tak bisa menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) kesetaraan dengan sepenuhnya menggunakan komputer.

“Kami belum bisa sepenuhnya menyelenggarakan UNBK untuk UN kesetaraan. Permasalahannya adalah sedikitnya sarana dan prasarana yang dimiliki,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Cecep Sobandi, di Jakarta, Senin.

Meskipun pihak Kemdikbud telah meminta agar penyelenggaraan UNBK bisa menumpang di tempat lain, Cecep mengaku UN kesetaraan dilakukan dengan berbasis komputer dan kertas.

“Mungkin nanti untuk gelombang kedua sudah bisa menggunakan komputer,” kata dia.

UN kesetaraan diperuntukkan bagi siswa paket B dan C. Selain kendala sarana, juga terkendala kemampuan menggunakan komputer siswa paket.

Jumlah siswa yang ikut UN kesetaraan di Cianjur mencapai 2.421 untuk paket B dan sekitar 3.000 peserta untuk paket C.

Kepala Balitbang Kemdikbud, Totok Suprayitno, meminta pihak pengelola agar tidak membeli hanya untuk UN.

“Rugi, kalau cuma beli komputer hanya untuk UNBK. Jadi kalau beli komputer, ya untuk proses pembelajaran lain,” kata Totok.

Kemdikbud meminta Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) untuk menumpang di tempat lain untuk menyelenggarakan UNBK.

“Sabtu dan Minggu kan tidak dipakai komputernya, jadi bisa dimanfaatkan,” cetus Totok.

Totok berharap penyelenggaraan UN kesetaraan gelombang dua yang akan diselenggarakan pada Oktober bisa 100 persen menggunakan komputer.

Penggunaan komputer dapat menghemat biaya cetak soal, namun tidak di bidang pengawasan pelaksanaan ujian.  (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here