Sekolah di Jakarta Anggap UNBK Lebih Efisien

247
Siswa yang Melaksanakan UNBK (google images)

Beberapa sekolah di Jakarta menganggap Ujian Nasional Berbasis Komputer lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan ujian secara tertulis, karena tidak lagi dibutuhkan biaya distribusi dan produksi kertas.

“Lebih hemat, karena tidak perlu menggunakan kertas. Bayangkan berapa banyak pohon yang harus ditebang untuk membuat kertas ujian,” kata Panitia UNBK SMAN 4 Jakarta Tetty Helena saat ditemui Antara di SMAN 4, Jakarta, Senin.

Selain itu, penyelenggaraan UNBK juga lebih praktis dan tidak menyita waktu seperti penyelenggaraan ujian tertulis lainnya.

Dia mengatakan UN tertulis lebih menyita waktu saat persiapan ujian karena harus memastikan soal dapat tersimpan dengan baik sebelum ujian dimulai. Tak hanya itu, para panitia bisa sampai bergadang untuk menyimpan soal ujian.

“Kalau persiapannya lebih ringkas karena soal sudah ada di server, kemudian pengawas yang dibutuhkan pun lebih sedikit. Kalau dahulu polisi juga ikut terlibat mengamankan ujian, kalau sekarang enggak, satu ruangan hanya diawasi oleh dua orang guru,” kata Tetty yang juga Wakil Bidang Kurikulum SMAN 4 Jakarta.

SMAN 4 sudah tiga kali menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer, namun baru kali ini pengawas ujian berasal dari sekolah lain, biasanya pengawas ujian berasal dari dalam sekolah.

Tetty mengatakan para siswa telah melakukan simulasi ujian menggunakan komputer sejak Januari 2017, sehingga mereka tak canggung lagi menghadapi ujian tersebut.

Pihak sekolah dan dinas juga telah meminta PLN agar menjaga aliran listrik selama UNBK berlangsung.

“Kami sudah telepon PLN, kami minta jangan sampai arus listrik terputus selama ujian. Untuk jaringan, kami sudah melakukan simulasi tiga kali dan telah dilakukan sinkronisasi pada Sabtu dan Minggu lalu,” kata Tetty.

Sebanyak 175 siswa yang terdiri 105 siswa IPA dan 70 siswa IPS pada Senin mengikuti UNBK mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dibagi dalam tiga waktu ujian pertama pukul 07.30 WIB, 10.30 WIB dan 12.30 WIB.

SMAN 4 memiliki dua lab komputer, masing-masing digunakan untuk jurusan IPA dan IPS, setiap ruang ujian akan diisi 35 siswa.

SMK 38 Jakarta yang telah melangsungkan UNBK seminggu sebelumnya juga merasakan hal yang sama dengan SMAN 4.

Integritas siswa

Sementara itu,Kepala Sekolah SMK 38 Jakarta Siti Habibah mengatakan penyelenggaraan UNBK ini lebih ekonomis dan juga dapat meningkatkan integritas siswa dalam menjalani ujian.

“Mereka tidak dapat menyontek saat ujian, karena setiap ID siswa akan mengerjakan soal yang berbeda dengan siswa yang lain. Integritas ini lebih penting dibandingkan dengan nilai ujian yang tinggi,” jelas dia.

Dia mengatakan saat masuk ke ruang ujian baik peserta maupun pengawas ujian tidak diizinkan membawa ponsel, sehingga penyelenggaraan ujian menjadi lebih baik dan bersih.  (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here