Polri: Masyarakat Jangan Mudah Percaya Info Negatif

110
sumber gambar : tigapilarnews.com

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum)
Polri Kombes Pol Martinus Sitompul meminta agar masyarakat tidak langsung
mempercayai kebenaran berbagai informasi negatif yang berkembang di sosial
media.

“Jangan mudah terprovokasi oleh info yang tidak jelas sumbernya,” kata
Kombes Martinus di Mapolres Asahan, Sumatera Utara, Kamis.

Menurut dia, sangat penting bagi masyarakat di era informasi untuk
menganalisis situasi dan tidak gegabah menyatakan pro atau kontra terhadap
hal-hal baru.

Ia menambahkan masyarakat juga perlu memahami sejarah dan peta
perpolitikan global sehingga mampu mencerna informasi yang berkembang di
media massa dan informasi di media sosial dengan lebih obyektif dan bijak.

“Selain itu jangan mudah terkagum atau heran terhadap suatu fenomena yang
dapat menekan sikap reaktif terhadap suatu isu,” katanya.

Menurut dia, cepatnya arus informasi dapat berdampak baik bagi masyarakat
karena informasi yang terjadi di belahan dunia lain lebih cepat
tersampaikan, namun terkadang informasi yang tersebar belum bisa dijamin
kebenarannya.

Ada banyak sejumlah kasus tindak kekerasan yang dipicu oleh kabar “hoax”
yang tersebar di medsos.

Martinus mencontohkan terjadinya kasus aksi demo yang berujung kericuhan
di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, baru-baru ini.

Kasus tersebut berawal dari informasi bahwa ada pembicara komunis di acara
LBH.

Kemudian informasi ini tersebar dengan cepat melalui internet dan medsos.

“Penggerebekan di LBH ternyata (didorong) `hoax` di dalamnya. Tidak ada
pembicara komunis,” katanya.

Pihaknya pun meminta masyarakat mewaspadai informasi sensitif yang
berkembang di medsos karena belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Teknologi juga berperan dalam memecah belah. Siapa yang kemudian menjadi
korbannya? Ya masyarakat, ya polisi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here