Ribuan Perguruan Tinggi Deklarasi Anti Radikalisme

123
sumber gambar : okezone.com

Ribuan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia
melakukan deklarasi antiradikalisme yang dihadiri
Presiden Joko Widodo di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

“Perguruan tinggi harus merawat empat pilar kebangsaan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan
Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi, Mohamad Nasir.

Dia mengatakan perguruan tinggi tersebut juga akan merumuskan langkah
nyata dari deklarasi tersebut. Nasir menyebutkan setelah rumusan
dihasilkan, tahap berikutnya adalah implementasi di kampus.

“Melalui Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan juga akan dirumuskan apa
yang bisa diimplementasikan dari wawasan kebangsaan dan sistem bela negara
dengan Kementerian Pertahanan. Dengan Unit Kerja Presiden bidang pembinaan
ideologi Pancasila juga akan digarap. Jangan normatif nya saja, tapi juga
harus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan Kemristekdikti diwujudkan dalam hal
perekrutan dosen dan CPNS maupun pegawai tetap non PNS yang menjadi sangat
selektif. Disamping kemampuan akademik dan kemampuan dasar yang baik,
mereka tidak boleh terpapar dengan radikalisme.

“Kami juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
untuk melakukan `screening`. Begitu pula dengan perguruan tinggi swasta
yang juga harus menyeeleksi para dosen dan pegawai,” ujarnya.

Dia juga meminta rektor untuk mendata para dosen pegawai yang terpapar
radikalisme untuk selanjutnya ada pembinaan.

“Rektor harus mengetahui lingkungan kampusnya seperti apa,” kata Nasir.

Ke depan, lanjut Nasir, aksi-aksi seperti ini harus terus dilakukan,
pemahaman pada Pancasila melalui pendalaman dslsm kegiatan akademik
mengenai sejarah lahirnya Pancasila dan mengapa harus ada lima sila dalam
Pancasila.

“Perguruan Tinggi Indonesia harus menjadi pintu gerbang keberlangsungan
Pancasila dan menjaga bingkai NKRI,” tegas Nasir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here