DINKES Bogor Kampanyekan Germas Menuju Bebas Tuberkulosis

303
Waspadai Bahaya Tuberkulosis (google images)

Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menuju Bogor Bebas Tuberkulosis yang melibatkan Wali Kota Bogor Bimar Arya Sugiarto di Balai Kota, Jumat.

“Di Kota Bogor diperkirakan terdapat 4.042 penderita tuberkulosis dan baru 1.896 orang yang terlaporkan pada 2017 ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah.

Kampanye tersebut dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia setiap 24 Maret. Indonesia menempati peringkat kedua di dunia setelah India dengan jumlah penderita TB tertinggi.

Secara nasional peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia mengangkat tema “Germas Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis”. Di tingkat Kota Bogor diisi dengan deklarasi serta pencanangan “Gerakan Ketuk Pintu”.

“Gerakan Ketuk Pintu ini mengajak tenaga kesehatan bersama kader masyarakat mendatangi warga yang bila kedapatan batuk berdahak segera melakukan pemeriksaan ke Puskesmas, dan ini gratis,” katanya.

Rubaeah menyebutkan diperlukan kerja sama lintas sektor untuk menemukan penderita tuberkulosis. Saat ini diketahui 10 kelurahan sebagai kantong tuberkulosis.

Kelurahan tersebut yakni Tegal Gundil, Kedung Halang, Pasir Jaya, Pamoyanan, Mulyaharja, Cibadak, Pasir Kuda, Kedung Badak, Ciparigi, dan Kebon Pedes.

Selain tuberkulosis biasa lanjutnya, ada juga tuberkulosis kebal obat yang menjadi tantangan baru dalam pemberantasan TB.

“TB kebal obat lebih sulit sembuh dan lebih mematikan dibandingkan TB biasa, membutuhkan waktu pengobatan yang lama minimal dua tahun dan menghabiskan biaya besar sekitar Rp200 juta per pasien,” katanya.

Ia menjelaskan penderita TB biasanya mengalami batuk lebih dari dua minggu, mulai dari batuk berdahak, batuk berdarah, hingga hilang nafsu makan, penurunan berat badan yang cepat dan berkeringat di malam hari. “Ini merupakan gejala utama penyakit TB,” katanya.

Menurut Rubaeha, tindakan yang dapat dilakukan untuk memberantas TB adalah melalui gerakan ketuk pintu yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, kader dan masyarakat.

“Mari mengetuk setiap pintu di wilayah kita untuk memberikan penyuluhan tentang penyakit TB dan merujuk setiap orang yang mengalami gejala TB ke Puskesmas,” katanya.

Peringatan TB Day di Kota Bogor juga ditandai dengan pengukuhan Anak Cabang dan Ranting Bogor Barat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan pentingnya kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat, membersihkan lingkungan, berolahraga serta mengonsumsi makanan seimbang.

Bima mendorong gerakan ketuk pintu dapat menjaring seluruh penderita TB di Kota Bogor sehingga segera mendapatkan penanganan dan pengobatan mencegah penularan serta menurunkan angka kasus.

“Penyakit TB harus diberantas dengan cara, segera menemukan penderitanya, mengobati sampah sembuh dan melindungi masyarakat dari penularannya melalui gizi seimbang, PHBS, ventilasi udara dan cahaya yang baik di rumah serta tempat kerja,” kata Bima.  (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here