DLLAJ Evaluasi Uji Coba Re-Routing Angkot Bogor

578
Kepadatan Angkot Kota Bogor (google images)

Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bogor, Jawa Barat mengevaluasi uji coba program re-reouting untuk dua trayek TPK secara berkala untuk mengetahui dampak pelaksanaannya.

“Evaluasi dan pengawasan pada pelaksanaan re-routing pasti kami lakukan, untuk melihat sejauh mana implementasinya, dan apakah ada pergesekan di lapangan,” kata Kepala Bidang Angkutan, DLLAJ Kota Bogor, Jimy Hutapea, di Bogor, Rabu.

Uji coba program re-routing telah dimulai sejak Selasa (16/5) kemarin. Tahap awal diberlakukan untuk dua trayek yakni 02 dan 03 melibatkan 243 unit angkot di masing-masing trayek.

Ia menjelaskan, trayek 02 sebelumnya melayani rute Bubulak-Sukasari, setelah dire-routing menjadi TPK 02 melayani Bubulak-Sukasari-Ciawi. Sedangkan trayek 03 melayani Bubulak-Barangsiang menjadi TPK 03 Bubulak-Barangsinga-Ciawi. Masing-masing jarak tempuh menjadi 20 Km.

“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar dapat mengetahui dan memahami program re-routing ini,” katanya.

DLLAJ menurunkan sejumlah personel ke lapangan untuk memantau pelaksanaan program, meski seluruh sopir angkot sudah memahami program tersebut. Uji coba re-routing sudah disepakati oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor, para pimpinan 15 badan hukum angkot serta Polresta Bogor Kota dan jajaran Satlantas Polresta Bogor Kota.

Berdasarkan hasil rapat terdahulu disepakati skema yang digunakan pada pengalihan kendaraan bekas 02, 03, 07, 09, dan 21 itu berdasarkan persentase jumlah kendaraan yang dimiliki badan hukum pada trayek tersebut.

Salah satu evaluasi yang dilakukan terkait tarif angkot dengan adanya trayek baru tersebut karena jarak tempuh yang menjadi lebih panjang. Untuk tahap uji coba ini tarif angkot TPK 2 dan TPK 3 masih diberlakukan sebesar Rp 5 ribu.

“Selain itu, sesuai arahan Wali Kota ada beberapa titik-titik antisipasi angkot ngetem yang juga perlu dievaluasi, karena re-reouting berdampak pada bertambahnya volume angkot di kawasan Ciawi,” kata Jimy.

Program re-routing angkota di Kota Bogor telah dimulai sejak 14 Maret 2017 ditandai dengan pemasangan papa tayek secara simbolis. Re-routing merupakan salah satu upaya dalam reformasi angkutan di Kota Bogor. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here