Pemkab Bogor Pastikan Stabilitas Harga Pasar Pasca Lebaran

262
Pasar Tradisional (google images)

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyatakan memastikan stabilitas harga pangan terkendali pada pasar tradisional pascalebaran di wilayah itu.

“Sekarang harga rata-rata sudah turun seperti semula terutama daging,” Kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor Jona Sijabat di Cibinong, Rabu.

Ia menuturkan dari hasil inspeksi mendadak (inspeksi dadakan) ke dua pasar tradisional yang menjadi acuan harga pasar lainnya di Kabupaten Bogor yakni Pasar Cibinong dan Citeureup sejumlah harga pangan pokok telah kembali pada harga semula.

Dua komoditas utama yang mengalami kenaikan pada Bulan Ramadhan 1438 H/ 2017 M seperti daging sapi segar dan cabai merah keriting telah mengalami penurunan 15 hingga 27 persen pada dua pekan setelah lebaran ini atau kembali seperti harga sebelum Idul Fitri.

Pada sidak Rabu (5/7) ini, kata dia cabai merah keriting turun Rp6.000 dari harga Rp22.000 pada satu minggu setelah lebaran kini menjadi Rp16.000 dan harga daging sapi segar dari Rp130.000 sekarang kembali Rp110.000 atau mengalami penurunan Rp20.000 tiap kilogram.

Disusul harga kol gepeng dari Rp7.000 menjadi Rp5.000 dan bawang merah harga awal Rp32.000 saat ini Rp30.000, atau keduanya turun sebanyak Rp2.000.

Kemudian komoditas kentang yang turun dari Rp15.000 kini dijual Rp13.000, lalu daging ayam yang semula Rp35.000 turun menjadi Rp34.000 dan kelapa kupas dari Rp8.000 menjadi Rp7.000.

Dari data tersebut, kata Jona menunjukkan stabilitas harga di Kabupaten Bogor dalam kondisi yang terjaga dengan baik.

“Kenaikkan harga juga memang tidak signifikan bulan kemarin itu selain daging, stok kita juga aman jadi harga mudah stabil lagi menyesuaikan permintaan pasar,” ujarnya.

Meskipun, lanjutnya menjelaskan ada juga beberapa bahan pangan yang patut diawasi kenaikkan harganya seperti mentimun yang saat ini dijual Rp10.000 dari Rp6.000 dan sayur buncis naik menjadi Rp16.000 dari Rp.12.000 dalam waktu perbandingan yang sama.

Namun, ia menyebutkan masih ada kemungkinan penurunan harga pada pekan depan pada beberapa komoditas yang kini ada sedikit kenaikkan mengikuti permintaan pasar dan distrubusi barang.

Sebab, menurutnya stok barang cukup melimpah bagi wilayahnya karena penghasil sayuran maupun daging masih dari daerah sekitar Bogor dan kabupaten terdekat seperti Sukabumi dan Cianjur.

Hal itu juga terlihat dari tidak adanya gejolak masyarakat akibat stok dan harga yang melambung tinggi setiap momen hari raya, katanya.  (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here