Pemkot Bogor Maksimalkan Pengelolaan CSR Perusahaan

165
Travelingyuk.com

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat membangun sinegitas
pengelolaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahana (TJSLP atau
CSR) dalam rangka memaksimalkan potensi terhadap pembangunan di kota
tersebut.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Senin mengatakan, potensi
CSR harus dimaksimalkan antara potensi dan realisasi. Langkah tersebut
memerlukan sosialisasi yang dapat menjadi sinergi serta aksi.

“Jika kemudian sosialisasi ini tidak menjadi aksi maka harus dievaluasi
persoalannya dimana,” kata Bima.

Menurut Bima, ada dua aspek dimensi sosial yang dapat mendorong potensi
CSR terhadap pembangunan di Kota Bogor, yakni dimensi sosial dalam arti
mengatasi dan mengurangi kesenjangan atau pemasalahan sosial di
masyarakat. Dan, dimensi sosial dalam arti menguatkan hubungan pemerintah
kota dengan semua para pemangku kepentingan.

“Mungkin nilai (anggaran CSR) yang diserahkan tidak seberapa tapi dengan
koordinasi muncul kemitraan yang terus terbangun, ini yang dimaksudkan
dimensi sosial, jadi jangan dipahami secara sempit,” kata Bima.

Ia mengatakan, dari segi fiskal anggaran APBN maupun APBD yang ada
jumlahnya terbatas sehingga tidak bisa menjangkau semua. Namun, ada hal
lain yang tidak kalah penting yaitu dimensi sosial, bagaimana CSR bisa
masuk dalam dimensi tersebut.

Menurutnya, implementasi CSR agar disesuaikan dengan kapasitas
masing-masing dan kemungkinan dengan koridor tetap pada enam skala
prioritas Kota Bogor yakni pengentasan kemiskinan, kebersihan dan
persampahan, lalu lintas dan kemacetan, serta penataan PKL.

Ia menekankan, pemahaman tentang CSR benar-benar dibuka dan disesuaikan
dengan perkembangan zaman,

“saat ini kita sedang menuntaskan program prioritas dan warga dipinggiran
Kota Bogor dapat menikmati hasil pembangunan,” kata Bima.

Bima mengharapkan dengan pemahaman dimensi sosial yang diperkut,
partisipasi CSR bisa dilakukan secara merata, sinergi dapat dilakukan dan
diarahkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

“Semua harus berjalan secara transparansi, sehingga tidak meninggalkan
persoalan,” kata Bima.

Kepala Bappeda Kota Bogor, Erna Hernawati mengatakan, Pemerintah Kota
Bogor tengah menguatkan rencana implementasi atau pelaksanaan program
TJSLP atau CSR sebagai amanat Perda NOmor 6 Tahun 2016 tentang tanggung
jawab sosial dan lingkungan.

“Kami juga ingin memperkuat sinergitas dalam rangka perencanaan dan
pelaksanaan program TJSLP-CSR di tingkat Kota Bogor, sehingga diharapkan
adanya kesamaan presepsi dan pandangan dalam mengisi celah pembangun yang
tidak bisa didanai oleh pemerintah,” kata Erna.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemkot Bogor menggelar sosialisasi dan
koordinasi sinergitas pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Perusahaan (TJSLP/CSR) menghadirkan narasumber Wawan Rusdiawan dan Sofyan
Mustofa dari Bappeda Provinsi Jawa Barat, Adjie Sapta dari Toyota dan
dihadiri pula perwakilan dari 46 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Pemerintah Kota Bogor serta 73 penggiat usaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here