Pemkot Bogor Usung Wisata Olahraga Tingkatkan Investasi

470
Bogor Runners (kotabogor.go.id)

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat berupaya untuk meningkatkan investasi salah satu caranya mengusung wisata olahraga sebagai pembeda dari kota-kota lainnya di Indonesia.

“Selama satu tahun ini Kota Bogor sedang gencar mewujudkan “the city of runners” yang merupakan bagian dari wisata olahraga,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Kamis.

Bima menjelaskan, “city of runners” bukan sekedar aspek kesehatan saja tetapi juga menyangkug aspek sosial yang dapat mendorong meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor.

“Ini terbukti saat Mandiri Bogor Sundown Marathon tercatat jumlan wisatawan yang datang mencapai 5.875 orang,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, acara tersebut juga meningkatkan okupansi atau kunjungan hotel di Kota Bogor sebear 79,5 persen atau naik 27 persen dari biasanya.

Bima menyampaikan dalam rapat koordinasi peluang investasi di Jawa Barat atau West Java Incorporated (WJI), investor yang ingin berinvenstasi di Kota Bogor harus mengikuti arahan dari pemerintah kota.

Menurutnya, langkah tersebut agar sejalan dengan fokus pembangunan Kota Bogor yang mengarah pada tiga tema yakni kota cerdas (smart city),  kota ramah lingkungan (green city) dan kota cagar budaya (heritage city).

“Kota Bogor saat ini sedang merevisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah yang akan rampung bulan Oktober nanti. Ini menjadi pegangan agar pembangunan sesuai dan jelas arahnya,” katanya.

Dalam rapat koordinasi peluang investasi Jawa Barat, Deputi Direktur Bank Indonesia, Dudi Dermawan Saputra mengatakan, Kota Bogor dapat mewujudkan targetnya menjadi “city of runners” jika terus membuat kegiatan-kegiatan yang menarik.

Ia mencontohkan seperti yang dilakukan beberapa kota besar di dunia, Tokyo dan Singapurq yang juga melakukan langkah yang sama menggelar kegiatan lari Tokyo Runner dan Orchard Runner.

“Maka sangat bagus jika wisata olahraga yang ingin dikembangkan Kota Bogor menjadi satu kesatuan dengan kegiatan lari yang ada di Tokyo dan Singapura,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, setelah mengikuti kegiatan lari di Tokyo dan Singapura, pelari dapat melanjutkan kegiatan lari di Kota Bogor.

“Agar semakin banyak peserta asing yang datang dan agar daya tariknya semakin besar, undang juara-juara lari sebagai partisipan,” kata Dudi. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here