Pengrajin Tusuk Sate di Bogor Kebanjiran Pesanan

146
Sumber : thumb.netz.id

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah/2017, pengrajin tusuk sate di Kampung Bitung Lebak, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kebanjiran pesanan.

Martini (30) salah satu pengrajin tusuk sate yang ditemui, Senin, mengaku
mendapatkan pesanan tiga kali lipat dari hari biasanya untuk keperluan
lebaran Idul Adha.

“Kebanyakan yang pesan dari Bogor, bahkan luar Bogor, seperti Jakarta,
Bekasi dan Tanggerang,” kata Martini.

Menurutnya, pesanan selalu meningkat, jika hari biasa mereka memproduksi
enam ribu tusuk sate dalam sehari, kini melonjak menjadi belasan ribu
tusuk sate. Tingginya jumlah pesanan ini, membuat Tini sapaan akrabnya
harus menambah jumlah pekerja yang biasanya dua orang menjadi empat orang.

“Biasanya cukup dua orang saja, sekarang karena banyak pesanan jadi nambah
empat orang yang mengerjakannya,” kata Tini.

Kampung Bitung Lebak di Desa Gunung Malang dikenal sebagai kampung
penghasil tusuk sate. Kebanyakan warga disana, terutama ibu rumah
tangganya bekerja sebagai pengrajin tusuk sate.

Selain Tini, ada juga Tuti seorang ibu rumah tangga yang juga disibukkan
mengerjakan pesanan tusuk sate. Tusuk sate terbuat dari bambu, cara
pembuatannya cukup sederhana hanya dibelah dan dipotong kecil-kecil serta
dibentuk atau diraut dengan meruncingkan ujungnya.

Untuk memproduksi ribuan tusuk sate, mereka membutuhkan satu batang bambu
jenis bambu andong atau bambu tali. Harga sebatang bambu dibeli oleh
mereka sebesar Rp20 ribu.

“Untuk seribu tusuk sate kami menjualnya ke pengepul seharga Rp9.000,”
kata Tuti.

Dari penjualan tusuk sate tersebut lanjut Tuti, ia dapat mengantongi
keuntungan sebesar Rp70 ribu. Satu batang bambu dapat menghasilkan hampir
satu juta tusuk sate.

“Alhamdulillah untuk tambahan rumah tangga, bantu suami di rumah,” kata Tuti.

Warga Kampung Bitung Lebak sudah menggeluti profesi sebagai pembuat tusuk
sate. Hal ini berlangsung secara turun temurun, sejak puluhan tahun lalu.
Ada ratusan pengrajin tusuk sate yang tinggal di kampung tersebut.
Rata-rata mereka adalah ibu rumah tangga yang mengisi waktu di rumah
bekerja membuat tusuk sate dari bambu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here