Polisi Kota Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Teror

377
Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika Gading (google images)

Jajaran Polsek di Kota Bogor, Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan antisipasi teror dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah melakukan aktivitas.

“Sesuai instruksi Kapolresta Bogor Kota, setiap Polsek diminta tingkatkan pengawasan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk teror,” kata Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Gayo Sarifuddin, kepada Antara di Bogor, Kamis.

Menurut Gayo, peningkatan kewaspadaan dilakukan mengingat pada libur kenaikan Isa Al Masih, aktivitas masyarakat di Kota Bogor cukup tinggi, tersebar di sejumlah titik seperti tempat ibadah, objek wisata, taman, pusat perbelanjaan, pasar, Stasiun Bogor, hingga kuburan.

Ia mengatakan Polsek Bogor Tengah menjadi barometer pengamanan di Kota Bogor, mengingat wilayah tersebut berada di pusat kota dan banyak terdapat objek vital seperti Istana, Kebun Raya dan kantor pemerintahan.

Selain itu, di wilaya Bogor Tengah terdapat enam gereja utama yang memilki jamaat cukup banyak, pusat perbelanjaan, dan sentra kuliner serta perhotelan yang tingkat hunian tinggi saat ini.

“Hari ini aktivitas masyarakat cukup tinggi, mulai aktivitas ibadah keagamaan, liburan, sampai kuliner kami melakukan pengamanan di sejumlah lokasi,” kata Gayo.

Gayo menyebutkan, Polresta Bogor Kota mengerahkan 3/4 kekuatannya untuk pengamanan selama libur kenaikan Isa Al Masih. Personel disebar ke sejumlah keraimaian, termasuk tempat ibadah.

“Kapolresta instruksi jajaran tingkatkan kewaspadan terutama di Mako masing-masing, personel di lapangan, dan kewaspadaan terhadap hal-hal yang mencurigakan, jika ada keanehan segera dilaporkan,” katanya.

Menurut Gayo, sejak pagi hingga siang ini situasi di wilayah Kota Bogor terpantau kondusif. Belum ada kejadian yang signifikan terjadi.

Kepadatan arus lalu lintas terpantau di Jl Otista karena adanya penyumbatan arus “bottle neck` di Jembatan Otista karena pertemuan tiga arus dari arah Tol Jagorawi, arah Jl Pajajaran dan Jl Bangka.

Selain itu, aktivitas masyarakat yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor juga cukup padat. Masyarakat memanfaatkan momen menjelang Ramadhan untuk kumpul bersama `tradisi cucurak” yakni kumpul bersama keluarga makan bersama. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here