Raja Swedia Tanam Pohon Ulin di Cifor

394
Pimpinan monarki Swedia, Raja Carl XVI Gustaf memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, disela-sela kunjungannya ke pusat penelitian kehutanan internasional CIFOR, Senin petang, ia melakukan penanaman pohon. (google images)

Pimpinan monarki Swedia, Raja Carl XVI Gustaf memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, disela-sela kunjungannya ke pusat penelitian kehutanan internasional CIFOR, Senin petang, ia melakukan penanaman pohon.

Raja Carl XVI Gustaf menanam pohon jenis ulin di DG region kawasan CIFOR bersama anggota Pramuka disaksikan Ratu Silvia, Menteri Infrastruktur Swedia, H.E. Ms Anna Johansson dan sejumlah pejabat CIFOR.

Direktur General CIFOR, Peter Holmgren mengatakan, Ulin atau pohon besi merupakan pohon endemik Indonesia, tumbuh di dataran rendah, di kawasan hutan dengan curah hujan yang tinggi yakni 2.500 sampai 4.000 mm per tahun.

“Ulin tumbuh relatif lambat, mirip seperti pohon cemara di Utara Swedia,” katanya.

Saat menanam pohon Raja Swedia mengajak anggota Pramuka SD Negeri Babakan Dramaga Tiga untuk ikut membantunya menanam dengan menyiram tanah bekas timbuhan liang pohon.

Ia juga tidak segan-segan mengarahkan anggota Siaga Pramuka agar menyiram sekeliling pohon, dan mengajarkan cara menyiram yang benar.

Usai menyiram pohon, Raja Gustaf juga menyempatkan diri menyapa anggota Pramuka yang hadir untuk mendampinginya.

Setelah melakukan penanaman pohon, Raja dan Ratu Swedia menghadiri Seminar Internasional mengenai hutan dan keberlanjutan sumberdaya alam.

Dalam seminar tersebut, Raja dan Ratu mendengarkan paparan para peneliti CIFOR sertar kebaharuan data tentang lingkungan, hutan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Seminar dihadiri ratusan peserta berasal dari kalangan peneliti, kampus, bisnis dan juga pengambil kebijakan. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here