Wayang Bambu, Potensi Seni Khas Kampung Cijahe, Bogor

536

Wayang bambu, salah satu jenis kesenian langka di nusantara yang berasal dari tanah kasundaan. Sebagai warga Bogor, sudah sepatutnya berbangga karena kesenian ini berkembang di Kampung Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat.

Kesenian ini diciptakan dan dikembangkan oleh Ki Drajat yang sekaligus dalang dan penemunya. Wayang bambu ini terbuat dari bambu, lebih tepatnya dari ati bambu atau batang bambu bagian dalam.

Berangkat dari kesadaran untuk mempertahankan seni budaya dan tradisi itulah Komunitas Bhakatul (Bhakti Ksatria Tuladan) menyelenggarakannya. Demikian terang ketua pelaksana Pagelaran Seni Budaya Wayang Bambu, Gatut Susanta, Sabtu (18/2/2017),

“Pertunjukan ini digelar sebagai gambaran betapa bangganya menjadi warga Bogor untuk mempertahankan dan mengangkat kembali kekayaan seni dan budaya yang mempunyai nilai-nilai luhur yang melekat sebagi karakter dan ciri Bogor masa lalu, kini, dan masa datang,” ungkap Gatut.

Dijelaskan Ki Drajat, bentuk wayang bambu mirip dengan wayang golek. Begitu pun dengan kostum yang dikenakannya. Bedanya, wajah wayang bambu polos tanpa lukisan. Sedangkan wayang golek biasanya dilukis dengan lengkap. Ada mata, hidung, bibir, sehingga menyerupai wajah manusia.

“Wayang bambu memang sengaja dibuat polos. Tujuannya agar penonton bebas berimajinasi tentang wajah tokoh wayang tersebut. Uniknya lagi, dada wayang bambu bisa digerak naik turunkan. Jadi wayang ini bisa kelihatan seperti orang bernafas,” ungkap Ki Drajat.

Ki Drajat melanjutkan, cara memainkan wayang bambu ini mirip dengan wayang golek. Panggungnya menggunakan batang (gedebok) pohon pisang yang juga diiringi dengan musik karawitan sunda.

Sumber : kotabogor.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here